MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat menyatakan hingga Agustus 2026 telah menyelesaikan pembangunan sejumlah saluran pembuang air (drainase) di pusat perkotaan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dan menghindari terjadinya genangan air saat musim hujan tiba.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, S.T., menyebutkan bahwa dari lima titik pembangunan drainase di kawasan pusat kota, sebagian besar telah rampung di kerjakan dan sebagian lagi terus dipacu.
Fadly menyebutkan Pembangunan yang progresnya sudah mencapai 100 persen berada di tiga lokasi, yaitu: Ruas Jalan Nasional, Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Kesehatan. Sementara itu, untuk pengerjaan di dua lintasan lainnya saat ini sudah memasuki tahap akhir (finishing) di antaranya Jalan Bungong Jaroe progres mencapai 97,5 persen dan Jalan Iskandar Muda progres mencapai 94 persen.
Fadly menegaskan bahwa pembangunan pada lokasi yang tersisa terus dipacu dan diharapkan selesai sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan.
“Pembangunan drainase ini kita lakukan sebagai upaya kepedulian pemerintah daerah, agar terhindar dari genangan air saat musim hujan tiba,” ujar Fadly, Sabtu (1/8-2026)
Ia menjelaskan bahwa pembangunan saluran drainase ini difokuskan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat luas serta para pelaku usaha.
“Dengan berfungsinya drainase secara optimal, diharapkan akses transportasi publik dan roda perekonomian warga tidak lagi terganggu oleh genangan air saat hujan deras turun,” katanya
Ia menambahkan pembangunan sarana pendukung ini juga menjadi bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam menata areal perkotaan menjadi lebih baik sekaligus mencegah risiko banjir secara jangka panjang.
Fadly mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat berfungsi secara maksimal. “Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase. Sampah dapat menyumbat aliran, menyebabkan air tidak lancar mengalir, dan memicu timbulnya genangan air di badan jalan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan dan meningkatkan sarana pendukung yang memadai bagi masyarakat. Dengan begitu, aktivitas ekonomi warga di kawasan pusat perkotaan tetap berjalan lancar dan kondusif walau di tengah musim penghujan.
Penulis: Almanudar








