MEULABOH (Metrozone.net) – Aceh Barat kembali bersiap membawa nama daerah ke panggung internasional. Sejumlah siswa terbaik dari Kabupaten Aceh Barat akan dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam Asia Pacific Olympiade Championship and Sustainable Tourism Workhshop 2026 yang akan berlangsung di Terengganu, Malaysia, pada 7–10 September 2026.
Ajang internasional yang diselenggarakan oleh University Malaysia Terengganu (UMT) tersebut menyasar siswa sekolah menengah atas dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi akademik, tetapi juga menjadi wadah promosi pendidikan dan pariwisata berkelanjutan (edu-tourism) lintas negara.
Koordinator Tim Pelaksana Penjaringan Peserta Aceh Barat, Aduwina Pakeh, M.Sc mengatakan bahwa keikutsertaan Aceh Barat tahun ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan ruang kepada generasi muda daerah agar mampu berkompetisi di tingkat internasional.
“Pada tahun 2026 ini, kami membangun kerja sama dengan Kementerian Agama Aceh Barat, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda Olahraga dan Ekonomi Kreatif, dalam rangka mempersiapkan peserta terbaik untuk mengikuti ajang internasional ini,” ujar Aduwina.
Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP UTU ini menjelaskan, bidang yang diperlombakan dalam olimpiade tersebut meliputi Matematika, Biologi, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta kategori hafalan Al-Qur’an 15 juz, yakni juz 15 sampai dengan juz 30.
Menurut Aduwina, persiapan terus dimatangkan. Seleksi peserta akan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, dan dipusatkan di MAN 1 Aceh Barat. Peserta seleksi berasal dari Madrasah Aliyah, SMA dan SMK se-Aceh Barat.
Didampingi Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd, Aduwina Pakeh mengajak para siswa terbaik Aceh Barat yang memiliki kemampuan akademik dan bahasa, khususnya dalam bidang Bahasa Inggris, Matematika dan Biologi, untuk berani mengikuti seleksi.
“Mari kita bawa bendera Aceh Barat ke ajang internasional. Kita harumkan daerah kita lewat pendidikan. Saatnya generasi cerdas Aceh Barat tampil dan menunjukkan kemampuan di panggung internasional,” tegasnya.
Ia berharap proses seleksi dapat menjaring siswa-siswa terbaik yang nantinya mampu menjadi duta Aceh Barat di Malaysia.
“Peserta terbaik dari hasil seleksi inilah yang nantinya akan kita persiapkan untuk mengikuti kompetisi di Malaysia. Kita ingin anak-anak Aceh Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai peserta dan berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, MA, menyambut baik pelaksanaan seleksi dan keikutsertaan siswa madrasah dalam ajang internasional tersebut.
Menurutnya, siswa-siswi madrasah di Aceh Barat memiliki potensi besar untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Kesiapan tersebut juga didukung oleh pengalaman pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Anak-anak madrasah Aceh Barat memiliki potensi yang luar biasa. Kita sangat siap mendukung dan mendorong siswa-siswi di bawah jajaran Kementerian Agama untuk mengikuti seleksi ini,” ujar Khairul Azhar.
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 lalu, sebanyak 12 siswa-siswi madrasah Aceh Barat berhasil meraih 7 medali pada ajang yang sama.
“Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah Aceh Barat mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, capaian tahun lalu harus menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk tampil lebih baik lagi,” katanya.
Khairul Azhar berharap para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan memanfaatkan seleksi sebagai ruang untuk mengukur sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Barat, T. Kamarisal, S.Pd., M.Si.
Ia menyatakan jajaran SMA/SMK di wilayah Aceh Barat siap mendorong siswa-siswi berprestasi untuk ikut ambil bagian dalam proses seleksi.
“Kami menyambut baik kesempatan ini. Siswa-siswi SMA dan SMK di Aceh Barat memiliki potensi yang patut diberikan ruang untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat internasional,” ujar T. Kamarisal.
Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman internasional, meningkatkan kepercayaan diri siswa, serta membuka wawasan mereka tentang pendidikan dan budaya di negara lain.
“Kami akan mendorong sekolah untuk mengidentifikasi dan mengirimkan siswa-siswa terbaiknya agar mengikuti seleksi. Mudah-mudahan dari seleksi ini lahir duta-duta pendidikan Aceh Barat yang mampu mengharumkan nama daerah,” katanya.
Keikutsertaan Aceh Barat dalam Asia Pacific Olympiade Championship and Sustainable Tourism 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara madrasah, SMA/SMK, pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam pengembangan talenta generasi muda.
Selain mengejar prestasi akademik, kehadiran siswa Aceh Barat di Terengganu nantinya juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari berbagai negara Asia Pasifik.
Dengan semangat “Berprestasi di Panggung Dunia, Mengharumkan Aceh Barat Lewat Pendidikan”, generasi muda Aceh Barat diharapkan mampu menunjukkan bahwa daerah di ujung barat Indonesia ini memiliki talenta-talenta hebat yang siap bersaing secara global.
Kini saatnya generasi cerdas Aceh Barat tampil. Membawa nama daerah, mengibarkan bendera Aceh Barat, dan mengharumkan Indonesia melalui prestasi di panggung internasional.
(Almanudar)






