MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penanganan secara permanen terhadap badan jalan yang longsor pada lintasan yang menghubungkan Desa Jawi dan Desa Sipot, tepatnya di titik 1 Desa Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.
Langkah cepat ini diambil guna memulihkan akses transportasi warga yang sempat terhambat akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memacu pekerjaan di lapangan dengan mengerahkan tim teknis serta alat berat ke lokasi terdampak.
”Penanganan permanen ini dilakukan sepanjang 100 meter dengan cara memotong badan jalan di area atas bukit seluas 8 meter. Hal ini dilakukan agar lebar jalan memadai untuk dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, yang sebelumnya sangat sempit dan hanya tersisa sekitar dua meter,” ujar Beni, Rabu (19/8-2026)
Beni menyebutkan, sebelumnya, peristiwa longsor di Desa Lueng Baro ini sempat ditangani secara darurat pada bulan Maret 2026 lalu. Namun, untuk memastikan keamanan pengguna jalan jangka panjang, Pemkab Aceh Barat merealisasikan perbaikan secara permanen pada tahun ini.
Proyek ini, kata dia, dikerjakan oleh rekanan CV Sartika37Steel dengan pagu anggaran sebesar Rp734.000.000,- yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026, dengan target selesai sesuai kontrak pada bulan Desember 2026,
Beni menekankan bahwa ruas jalan Jawi–Sipot merupakan urat nadi perekonomian dan akses sosial vital bagi masyarakat pedalaman Kecamatan Sungai Mas. Jalur ini menjadi rute utama mobilisasi warga, pengangkutan hasil bumi, hingga akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan.
Kerusakan akibat longsor yang dipicu tingginya curah hujan di wilayah tersebut sebelumnya sangat membahayakan keselamatan dan melumpuhkan aktivitas harian warga.
“Kami menyadari pentingnya jalur ini, sehingga perbaikannya menjadi prioritas utama. Saat ini tim sedang bekerja ekstra di lapangan untuk memastikan jalan kembali fungsional dan aman dilewati kendaraan,” tambahnya.
“Meski pekerja di lapangan menghadapi kendala kondisi geografis berupa tebing yang diapit jurang terjal dan dalam, tim PUPR bersama rekanan tetap berupaya optimal melakukan langkah penanganan presisi agar material longsoran tidak meluas, terutama saat hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut,” tutupnya
Penulis: Almanudar








