Nagan Raya – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Triga Nusantara Indonesia DPD Aceh secara tegas membantah isu yang beredar terkait dugaan pengutipan uang hingga puluhan juta rupiah dan pemotongan gaji bulanan terhadap calon tenaga pengamanan (security) di PT MPG.
Bantahan keras tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi (Kadiv) Pengamanan LSM Triga Nusantara Indonesia DPD Aceh, Edi Saputra, menanggapi rumor bahwa PT MPG memelihara vendor pengadaan security yang diduga memungut biaya Rp30 juta per orang bagi calon pekerja serta mengebiri hak pekerja dengan memotong gaji jutaan rupiah setiap bulannya.
”Hasil investigasi kami di PT MPG menunjukkan bahwa tudingan adanya pengutipan tersebut sama sekali tidak benar,” tegas Edi Saputra kepada awak media, Senin (3/8/2026).
Edi menjelaskan bahwa pihaknya telah mengonfirmasi langsung informasi tersebut kepada pihak manajemen perusahaan. Berdasarkan klarifikasi dan investigasi mendalam, isu mengenai pemungutan liar maupun pemotongan gaji tersebut tidak terbukti.
Pihaknya menantang pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut untuk membuktikannya secara terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan atau fitnah yang merugikan nama baik perusahaan.
“Kami sudah menjumpai manajemen PT MPG, tidak ada kutipan tersebut. Kalau memang ada, siapa oknumnya dan kapan dilakukan? Ini harus dijelaskan, jangan menyebarkan fitnah,” ujarnya.
Edi menambahkan, jikapun ada oknum dari pihak vendor yang bermain di luar prosedur, hal itu merupakan tindakan individu di luar pengetahuan PT MPG.
“Itu di luar sepengetahuan PT MPG dan jangan dikaitkan dengan manajemen perusahaan, tidak ada hubungannya,” tambah Edi.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa PT MPG selalu menjalankan operasional dan perekrutan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku. Manajemen perusahaan dipastikan tidak akan mentolerir tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh pihak ketiga (vendor).
”Pihak manajemen PT MPG telah bekerja sesuai prosedur dan tidak pernah memelihara vendor bermasalah. Kalaupun nantinya ditemukan bukti pelanggaran, PT MPG pasti akan mengambil tindakan tegas,” ungkapnya.
Edi juga menyampaikan bahwa ia telah berupaya melaporkan temuan investigasi ini kepada pimpinan organisasi, meski belum tersambung secara langsung.
”Saya sudah menghubungi Ketua DPD Triga Nusantara Indonesia Aceh, Abu Laot, untuk melaporkan perkembangan persoalan ini. Namun sampai saat ini beliau belum dapat terhubung dan pesan yang dikirimkan juga belum dibaca, pungkas Edi. (**)






