KABUPATEN SORONG-AIMAS, METROZONE.NET- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat Kampung (Dukcapil & PMK) Provinsi Papua Barat Daya menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Pengadaan Barang dan Jasa bagi Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) di Aimas Hotel & Convention Center, Kabupaten Sorong, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 80 peserta dari berbagai asosiasi pelaku usaha Orang Asli Papua tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Drs. Suardi Thamal, M.M. Pelatihan turut menghadirkan narasumber dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Dalam sambutannya, Suardi Thamal mengapresiasi inisiatif Dinas Dukcapil & PMK yang menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, transformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang kini berbasis elektronik menuntut para pelaku usaha untuk memahami mekanisme serta tata kelola administrasi yang berlaku.
“Melalui pelatihan ini diharapkan para pengusaha Orang Asli Papua mampu memahami mekanisme dan administrasi pengadaan berbasis elektronik, sehingga dapat menghindari kesalahan yang berpotensi menjadi temuan dalam proses pengawasan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan pelaku usaha, UMKM, dan pengusaha Orang Asli Papua agar semakin profesional serta memiliki daya saing dalam mengikuti proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil & PMK Provinsi Papua Barat Daya, Nikolas Asmuruf, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan program perdana yang secara khusus diperuntukkan bagi pengusaha Orang Asli Papua.
Menurut Nikolas, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta melalui pemberian pemahaman mengenai administrasi dan mekanisme pengadaan barang dan jasa. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu memahami tata cara pengurusan dokumen ketika memperoleh pekerjaan, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dari awal hingga selesai agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pengusaha Orang Asli Papua menjadi lebih kreatif, mandiri, serta berperan lebih besar dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” kata Nikolas.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen meningkatkan kompetensi dan daya saing pengusaha Orang Asli Papua sehingga mampu berpartisipasi secara optimal dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang semakin transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
[Penulis: Alex Umpain]







