Pemprov Papua Barat Daya Dorong Pemuda OAP Jadi Pengusaha Konstruksi Profesional

KOTA SORONG, METROZONE.NET Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendorong pemuda dan pemudi Orang Asli Papua (OAP) untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan diri menjadi pelaku usaha konstruksi yang profesional, mandiri, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Dorongan tersebut disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Papua Barat Daya, Viktor Solossa, S.Pd., ST., MT., saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Bidang Konstruksi bagi Pemuda dan Pemudi OAP, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Papua Bhakti Persada itu berlangsung di Luxio Hotel, Kota Sorong, dan diikuti 50 peserta yang merupakan pemuda-pemudi OAP pelaku usaha. Materi pelatihan menghadirkan narasumber dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Papua Barat Daya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Perkindo.

Dalam sambutannya, Viktor mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda OAP agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan sekaligus membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Ia menilai pemahaman mengenai regulasi, legalitas perusahaan, peningkatan kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, administrasi, pengelolaan keuangan, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa menjadi hal penting yang harus dikuasai oleh pelaku usaha konstruksi. Pemahaman tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing pengusaha OAP dalam menghadapi dunia usaha yang semakin kompetitif.

“Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya menghasilkan jalan dan bangunan, tetapi juga harus menciptakan peluang ekonomi, lapangan pekerjaan, dan melahirkan pengusaha lokal yang tangguh,” ujar Viktor.

Viktor juga mendorong pemuda OAP untuk berani meningkatkan skala usaha dengan membangun perusahaan yang sehat, tertib administrasi, dan profesional. Selain memiliki tenaga kerja yang kompeten, pengusaha juga dituntut memahami proses pengadaan serta mampu mengembangkan usaha dari tingkat lokal hingga memiliki daya saing secara nasional.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan pembelajaran. Para peserta diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan, keterampilan, jaringan usaha, serta rencana bisnis yang dapat diterapkan secara nyata untuk mengembangkan usaha masing-masing.

“Jangan takut memulai dari kecil, tetapi jangan pernah berpikir kecil. Lengkapi legalitas, tingkatkan kemampuan, jaga kepercayaan, dan jadikan setiap pekerjaan sebagai portofolio untuk melangkah lebih jauh,” pesannya.

Viktor berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah awal dalam melahirkan semakin banyak pengusaha konstruksi OAP di Papua Barat Daya. Dengan demikian, pelaku usaha lokal diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengambil peran lebih besar dalam pembangunan di tanah Papua.

[Penulis: Alex Umpain]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *