LAMPUNG TENGAH,
MetroZone.Net-
Berkat keberhasilan menghadirkan terobosan dan inovasi yang dinilai sangat efektif dalam percepatan penurunan angka stunting, Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo,memperoleh Score tertinggi untuk kabupaten Lampung-Tengah.
Langkah selanjutnya ditetapkan sebagai perwakilan resmi Kabupaten Lampung Tengah untuk mengikuti kontestasi penanganan stunting tingkat Provinsi Lampung tahun 2026.
Penetapan ini menjadi bukti nyata keseriusan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat setempat dalam melindungi tumbuh kembang generasi penerus.
Pemilihan ini dilakukan melalui serangkaian penilaian mendalam yang dilakukan oleh tim verifikasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah beserta tim terkait.
Kampung Untoro dinilai unggul dalam hal kreativitas/Inovasi program, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dampak nyata yang dirasakan langsung oleh keluarga yang memiliki balita.
Camat Trimurjo,Anwar Sadat,Mengapresiasi capaian kinerja dan kekompakan Pemerintahan Kampung Untoro,dalam hal percepatan penurunan Stunting,tukas nya.
Untuk itu lanjut Pak.Camat,
Hari ini rabu (6/8/2026) kita menindaklanjuti instruksi dari PMDT Provinsi Lampung terkait penilaian Lomba Desa berkinerja baik dalam percepatan penurunan Stunting tahun 2026,.
Maka berdasarkan hasil EHDW (Score Card), Kampung Untoro,Kabupaten Lampung-Tengah,terpilih menjadi Desa dengan Score 93 %, untuk Kab.Lam-Teng,(Tertinggi) pungkas Pak.Camat Anwar Sadat.
Masih di utarakan Pak.Camat,Anwar Sadat.
bertempat di Aula Balai Kampung untoro ini kami Team dari lintas sector,di antaranya.
dari Dinas PMK,/TPPS Kabupaten,serta Kecamatan dan Perangkat Kampung,KPM,TPK,Ketua Posyandu,dan Elemen penerima manfaat Kampung untoro,mempersiapkan segala kelengkapan Administrasi,indikator penilaian guna mengikuti kompetisi tingkat Provinsi pungkas,Pak.Camat.
di kesempatan yang sama,
Kepala Kampung Untoro ,Rohmat.
menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh warga, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan berbagai inovasi tersebut.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Penghargaan ini bukan milik saya pribadi, melainkan milik seluruh warga Kampung Untoro yang telah bergerak bersatu. Inovasi yang kami bangun lahir dari kebutuhan nyata dan kesadaran bahwa anak-anak adalah aset masa depan.
Kami berjanji akan berjuang sekuat tenaga membawa nama baik Lampung Tengah di tingkat provinsi,” ujarnya, Kamis (6/8).
Berbagai inovasi yang diusung Kampung Untoro meliputi optimalisasi posyandu yang lebih interaktif, pemanfaatan lahan pekarangan untuk gizi keluarga, penyuluhan yang dilakukan secara kekeluargaan hingga ke rumah-rumah, serta sistem pemantauan pertumbuhan balita yang lebih terpadu dan transparan, dan yang menjadi unggulan/Spektakuler dari yang lainya, Pemerintahan Kampung Untoro memberikan bahan yang berkelanjutan yakni berupa Unggas (Ayam), Serta Bibit Tanam tumbuh yang bernilai Ekonomis bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Tim dari Tenaga Ahli (TA),pendamping Desa dan Dinas Kesehatan Kabupaten (Puskesmas),Lampung Tengah menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Untoro menjadi contoh nyata bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan harus melibatkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kami berharap langkah yang diambil Kampung Untoro dapat menginspirasi kampung-kampung lain di Lampung Tengah.
Semoga di tingkat provinsi nanti, Kampung Untoro mampu menampilkan karya terbaiknya dan membawa pulang hasil yang membanggakan,” ungkapnya.
Persiapan untuk mengikuti ajang bergengsi tingkat provinsi kini terus dimatangkan.
Seluruh elemen berkomitmen untuk menunjukkan bahwa dengan persatuan dan inovasi, masalah stunting dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan generasi Lampung Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(Gusti)






