Wujudkan Pelayanan Profesional dan Akuntabel, Lapas Narkotika Karang Intan Tingkatkan Kapasitas SDM

Berita27 Dilihat

Karang Intan, metrozone.net– 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan meningkatkan profesionalisme aparatur dengan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Kerja Sama dan Tata Kelola Imigrasi dan Pemasyarakatan yang digelar Biro Hukum dan Kerja Sama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (19/10/2026). Kepala Urusan Umum, Mahargia Rumanika, bersama staf mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dari Aula Lapas untuk mengembangkan kompetensi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.

Bimtek yang berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Pengembangan Kapasitas Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: Kerja Sama dan Tata Kelola yang Profesional, Adaptif, dan Berdaya Saing Global.” Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan organisasi, khususnya dalam komunikasi serta pengelolaan kerja sama.

Pada hari pertama, peserta menerima materi dari Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., Psikolog, selaku narasumber dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Kegiatan kemudian berlanjut dengan pembelajaran komunikasi di depan umum (public speaking) bersama Irwan Hermawan, S.E., MMktgComm, CPR, selaku Managing Director GOVCOM Insight and Consulting. Materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya memahami aspek psikologis dalam berinteraksi serta menyampaikan informasi secara efektif, jelas, dan profesional.

Kepala Urusan Umum Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Mahargia Rumanika, menyampaikan bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui Bimtek dapat membantu aparatur meningkatkan kemampuan komunikasi dan menjalankan tugas secara lebih terarah.

“Bimbingan teknis ini memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan memahami tata kelola kerja sama yang baik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga mendukung profesionalisme aparatur dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Mahargia.

Memasuki hari kedua, peserta dijadwalkan menerima materi dari ahli bahasa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta pembinaan analis kerja sama oleh Kepala Pusat Pembinaan Penerjemah Kementerian Sekretariat Negara. Agenda tersebut akan melengkapi pemahaman peserta mengenai penggunaan bahasa yang tepat dalam komunikasi kedinasan dan pengelolaan kerja sama sesuai kebutuhan organisasi.

Melalui keikutsertaan dalam Bimtek ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mendorong pengembangan kompetensi aparatur agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan dan perkembangan tata kelola pemerintahan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat mendukung koordinasi yang efektif, meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, serta menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *