Mustafa Gaseu Nakhodai DPD Golkar Aceh Barat, Usung Politik Bermartabat dan Tanpa Sekat

Politik63 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Mustafa Gaseu resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Aceh Barat untuk periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang diselenggarakan di Meulaboh pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

​Sebelum terpilih sebagai ketua, Mustafa Gaseu merupakan Sekretaris Partai Golkar Aceh Barat sekaligus menjabat sebagai Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat. Penetapan dirinya sebagai pimpinan diambil secara aklamasi setelah tidak ada kandidat lain yang mendaftarkan diri atau maju dalam bursa pencalonan pada Musda tersebut.

​Keputusan bulat ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader Golkar di Aceh Barat untuk merapatkan barisan secara solid, memperkuat persatuan internal, serta membangun konsolidasi partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

​Dalam sambutannya, Mustafa Gaseu menegaskan bahwa estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan titik awal untuk membawa Partai Golkar Aceh Barat bergerak menuju arah yang lebih baik.

Menurutnya, soliditas kader, keterbukaan komunikasi, serta kesamaan visi merupakan modal utama dalam membesarkan partai dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

​”Dalam dinamika politik, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan semestinya menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat organisasi, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Politik yang sehat dibangun melalui kompetisi yang terbuka, komunikasi yang jujur, serta penghormatan terhadap proses dan keputusan bersama,” ujar Mustafa.

​Ia juga menyampaikan bahwa langkah awal kepemimpinannya di tingkat DPD II ini akan difokuskan pada konsolidasi yang merangkul seluruh elemen partai, baik kader senior maupun generasi muda, tanpa menyisakan sekat akibat perbedaan pilihan masa lalu. Persatuan, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, loyalitas terhadap keputusan organisasi, dan komitmen bersama.

​”Golkar Aceh Barat telah meninggalkan pola-pola politik yang mengedepankan manuver tersembunyi, saling menikung, atau melemahkan sesama kader demi kepentingan kelompok. Sebaliknya, seluruh kader perlu mengedepankan politik yang bermartabat, mengutamakan adu gagasan, menjaga kepercayaan, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas ambisi pribadi,” tegasnya.

​Ke depan, Mustafa memandang bahwa penguatan struktur hingga ke tingkat akar rumput, peningkatan kedekatan dengan masyarakat, serta kehadiran kerja politik yang responsif terhadap kebutuhan rakyat adalah prioritas utama.

Ia mengingatkan bahwa kekuatan partai tidak diukur dari siapa yang menduduki kursi ketua semata melainkan dari kemampuan seluruh kader untuk berjalan bersama, menjaga soliditas, dan membuktikan bahwa politik dapat dijalankan secara sehat tanpa harus saling menjatuhkan,” pungkasnya.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *