Warga Binaan Nasrani Lapas Narkotika Karang Intan Dalami Nilai Kasih dalam Kebaktian

Karang Intan, Metrozone.net

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan menggelar kebaktian kerohanian bagi warga binaan Nasrani di Perpustakaan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Selasa (22/09/2026). Melalui kegiatan tersebut, Lapas mengajak warga binaan mendalami makna kasih berdasarkan Lukas 6:27 dan menerapkan nilai kasih dalam sikap sehari-hari selama menjalani masa pembinaan.

Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan kegiatan keagamaan bagi warga binaan Nasrani. Pendeta Ester Waty menyampaikan firman Tuhan dengan mengangkat Lukas 6:27 tentang mengasihi dan berbuat baik kepada sesama, termasuk kepada mereka yang berbuat tidak baik.

Pesan tersebut mengajak warga binaan menerjemahkan kasih melalui sikap nyata, seperti mengendalikan diri, memaafkan, menghargai sesama, dan memilih berbuat baik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian yang Lapas arahkan untuk mendorong perubahan sikap warga binaan.

“Kasih mengajarkan kita untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ketika kita belajar mengasihi, kita juga belajar mengendalikan diri, memaafkan, dan berbuat baik kepada sesama. Nilai itu perlu kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ester Waty.

Petugas yang mengawasi kegiatan pembinaan kepribadian, Muhammad Topan Darmawan, mengatakan Lapas memberikan ruang pembinaan yang membantu warga binaan menjalankan ibadah sekaligus merefleksikan sikap dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan kepribadian kami arahkan agar warga binaan tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga memahami nilai yang disampaikan dan menerapkannya dalam keseharian. Pesan tentang kasih dapat menjadi pengingat untuk menjaga sikap, mengendalikan diri, dan memperlakukan sesama dengan baik,” ujar Topan.

Warga binaan mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat. Mereka menjalankan ibadah sekaligus mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan perilaku dan memperbaiki sikap selama mengikuti proses pembinaan.

Salah seorang warga binaan berinisial WP mengaku pesan tentang kasih mendorongnya untuk lebih sabar dan mengendalikan diri ketika menghadapi orang lain.

“Pesan tentang mengasihi membuat saya belajar untuk lebih sabar dan tidak membalas ketika mendapat perlakuan yang kurang baik. Saya ingin menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan terus memperbaiki sikap selama menjalani pembinaan,” ungkap WP.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus mengembangkan pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah, melakukan refleksi, dan menerapkan nilai-nilai positif. Lapas menghadirkan pembinaan tersebut sebagai bagian dari proses perubahan perilaku selama warga binaan menjalani masa pidana.

Melalui pembinaan kerohanian, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendorong warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Nilai kasih, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku mereka hingga kembali ke tengah masyarakat. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *