Banyuwangi, Metrozone.net- Kejaksaan Negeri (KEJARI) Banyuwangi baru saja melaksanakan pelantikan dan Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) tiga pejabat utamanya. Mereka adalah Kepala Seksi (KASI) Intelijen, Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN), serta Pidana Khusus (PIDSUS).
Acara tersebut berlangsung di Aula KEJARI Banyuwangi pada hari Selasa (10/2), dengan dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Banyuwangi, Agustinus Oktavianus Mangontan, berdasarkan keputusan Kepala Jaksa Agung Republik Indonesia (KEJAGUNG-RI), Sanitiar Burhanuddin.
Jabatan KASI Intelijen, posisi yang sebelumnya diemban oleh Rizky Septa Kurniandhi kini diserahkan kepada Issandi Hakim. Untuk KASI DATUN yang sebelumnya dipegang Arief Ramadhoni kini dipercayakan kepada Andi Ermawan. Sedangkan KASI PIDSUS yang sebelumnya dijabat oleh Rustamaji Yudica Adi Nugraha kini diemban oleh Oktaviandi Samsurizal.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) berharap kepada ketiga KASI KEJARI Banyuwangi yang baru untuk bisa menyelesaikan persoalan hukum di Bumi Blambangan.
“Selamat datang di Banyuwangi dan selamat atas jabatan barunya. Semoga ketiga KASI ini, bisa tegas menindak kasus-kasus Korupsi di Banyuwangi. Terutama kasus yang telah tiga tahun lebih ditangani oleh KEJARI, namun belum terselesaikan,” Ucap Bondan Madani, Ketua Umum LDKS PIJAR, Kepada Awak Media, Kamis 12 Februari 2026.
Bondan menjelaskan, kasus korupsi makan dan minum (MAMIN) fiktif di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi merupakan salah satu persoalan yang kontroversial ditangani oleh Kejaksaan. Pasalnya sejak tahun 2022 hingga saat ini kejelasan terkait penangan kasus ini penuh misteri, bahkan terkesan sulit untuk terpecahkan.
“Kejaksaan yang menetapkan oknum ASN bernama Nafiul Huda sebagai tersangka, tetapi pihak kejaksaan juga yang memberikan SP3 kepada tersangka. Untung ada yang menggugat di PN Banyuwangi, dan hasilnya memerintahkan KEJARI untuk melanjutkan kasus ini meskipun si tersangka telah mengembalikan kerugian negara,” Ujarnya.
Aktivis Muda yang dijuluki Si Raja Demo ini menambahkan, dalam waktu dekat sebelum memasuki bulan puasa pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan menggelar aksi didepan kantor KEJARI Banyuwangi. Aksi ini kami sajikan khusus untuk ketiga pejabat baru di kejaksaan agar tahu tentang kasus Korupsi MAMIN Fiktif yang penangannya seperti telenovela.
“Nanti pasti akan berkabar ke teman-teman media ketika kami akan menggelar aksi. Besar harapan kami, ketegasan dan keberanian KEJAGUNG dalam memberantas korupsi diikuti oleh para bawahannya. Maka kami menaruh harapan besar kepada ketiga pejabat baru itu untuk konsisten dan tegak lurus memberantas korupsi di Banyuwangi”. Pungkasnya.
Sumber: LDKS PIJAR







