Program IJD Banyumas–Way Kunyir Rp48,83 M Hampir Selesai, Warga Pekon Banyumas Kecewa Drainase Rusak Belum Diperbaiki

 

Pringsewu, Metrozone.net, –

Proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Banyumas–Way Kunyir, Kabupaten Pringsewu, Lampung, dengan anggaran Rp48,83 miliar dari APBN kini hampir rampung. Anggaran tersebut berasal dari hasil pajak rakyat. Namun warga Pekon Banyumas RT 010 RW 005 merasa kecewa karena saluran air drainase di depan rumah mereka yang rusak belum juga diperbaiki.

Proyek preservasi dan rekonstruksi sepanjang 13,23 km ini dikelola BPJN Lampung melalui skema Multi-Years Contract (MYC) Tahap II & III. Per April 2026, progres fisik pengaspalan hotmix AC-WC dan rabat bahu sudah mencapai lebih dari 70%.

Ruas jalan ini merupakan jalur strategis penghubung wilayah utara Pringsewu dengan Kabupaten Tanggamus, sekaligus akses utama bagi sektor pertanian dan perkebunan warga.

Warga KHJ: Drainase Rusak Dibiarin Sejak Proyek Berjalan
Salah seorang warga dengan inisial KHJ mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, saluran drainase di depan rumahnya mengalami kerusakan sejak pengerjaan proyek IJD dimulai, namun hingga kini belum ada perbaikan.

“Ini uang dari pajak rakyat. Saluran air di depan rumah saya rusak, diduga karena dampak pekerjaan proyek. Sampai sekarang belum ada yang datang cek, apalagi perbaiki. Kalau hujan, air meluber ke halaman,” ujar KHJ, warga RT 010 RW 005 Pekon Banyumas.

Warga khawatir kondisi tersebut akan memperparah genangan saat musim hujan tiba. Mereka menilai kerusakan fasilitas umum seharusnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana untuk segera diperbaiki sebelum proyek dinyatakan selesai.

Warga Minta Pemerintah dan Kontraktor Bertanggung Jawab
Warga RT 010 RW 005 berharap BPJN Lampung dan pihak kontraktor segera turun lapangan untuk memeriksa dan memperbaiki drainase yang rusak. Mereka meminta agar perbaikan tidak hanya fokus pada badan jalan, tetapi juga pada fasilitas pendukung yang terdampak proyek.

“Kami apresiasi jalan yang sekarang sudah mulus. Tapi ini pakai uang pajak rakyat, jadi harus dikerjakan tuntas. Tolong perhatikan juga drainase dan fasilitas umum yang rusak. Jangan sampai selesai proyek, masalah baru malah muncul,” kata warga setempat.

Anggaran Rp48,83 M untuk Konektivitas dan Ekonomi
Pembangunan ruas Banyumas–Way Kunyir merupakan bagian dari program IJD Tahap II 2025–2026. Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyebut proyek ini hasil sinergi Pemerintah Pusat, Provinsi Lampung, dan Pemkab Pringsewu untuk mendorong konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Pekerjaan pengaspalan dilakukan dengan standar tiga tahap pemadatan ketat pada suhu 100–150°C. Selain pengaspalan, pekerjaan juga mencakup rabat bahu jalan untuk memperkuat struktur jalan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BPJN Lampung maupun kontraktor pelaksana terkait keluhan kerusakan drainase di Pekon Banyumas. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *