MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong perluasan dan pemerataan akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke tingkat gampong.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan anak usia dini memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas sebagai fondasi bagi tumbuh kembang dan kesiapan mereka memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Irwan, M.Si., melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Dara Amelia, S.E., M.Si., mengatakan bahwa ketersediaan layanan PAUD yang mudah dijangkau di setiap gampong menjadi salah satu langkah penting dalam mengoptimalkan masa emas tumbuh kembang anak.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga pada pembentukan karakter, perkembangan sosial-emosional, bahasa, kognitif, serta stimulasi motorik anak.
“Kami terus mendorong agar setiap gampong di Aceh Barat memiliki akses terhadap layanan PAUD. Kehadiran layanan PAUD yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal anak sangat penting untuk memberikan stimulasi tumbuh kembang sekaligus membangun kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujar Dara Amelia dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Dara menjelaskan, untuk mendukung pemerataan tersebut, Disdikbud Aceh Barat mendorong keterlibatan aktif pemerintah gampong dalam pengembangan layanan PAUD, termasuk melalui dukungan terhadap operasional, penyediaan Alat Permainan Edukatif (APE), serta peningkatan dan pemanfaatan sarana prasarana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, kata dia, Disdikbud juga secara bertahap melaksanakan pembinaan, pelatihan, dan bimbingan teknis bagi pendidik PAUD di gampong guna meningkatkan kompetensi pendidik serta memperkuat pemahaman dan penerapan kurikulum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, pendampingan terhadap aspek kelembagaan dan legalitas juga menjadi bagian penting dalam pengembangan PAUD di gampong. Hal tersebut diharapkan dapat membantu lembaga memenuhi persyaratan penyelenggaraan, meningkatkan mutu layanan, serta mendorong penguatan kelembagaan PAUD secara berkelanjutan.
“Pemerataan layanan PAUD tidak hanya berbicara tentang keberadaan lembaga, tetapi juga bagaimana lembaga tersebut mampu memberikan layanan yang berkualitas, memiliki pendidik yang kompeten, serta terhubung dengan layanan dasar lainnya,” jelasnya.
Menurut Dara, penguatan layanan PAUD juga perlu dilakukan secara terintegrasi dengan layanan kesehatan dan pengasuhan di tingkat gampong, antara lain melalui sinergi dengan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB).
Integrasi tersebut penting agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara lebih komprehensif, sekaligus mendukung berbagai program prioritas daerah, termasuk upaya percepatan penanganan stunting,” ujarnya
“Melalui sinergi antara PAUD, Posyandu, BKB, pemerintah gampong, dan keluarga, pemantauan tumbuh kembang, kesehatan, serta kebutuhan anak dapat dilakukan secara lebih terpadu dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dara berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah gampong, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pemerataan layanan PAUD di Aceh Barat tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.
“Sinergi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Aceh Barat yang sehat, berkarakter, dan memiliki kesiapan untuk belajar serta berkembang di masa depan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Almanudar









