Pembangunan Ruang PICU RSUD Pringsewu Disorot, Dinas Kesehatan Siap Lakukan Evaluasi

Blog38 Dilihat

PRINGSEWU, LAMPUNG,MetroZone.Net-

Pembangunan Ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) berukuran 9 x 7 meter di lingkungan RSUD Kabupaten Pringsewu menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang menelan anggaran senilai Rp1.866.981.922,30 ini memicu sejumlah pertanyaan terkait kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini dilaksanakan oleh CV Putri Kembar Sejahtera berdasarkan kontrak kerja nomor 000.3.2/3532/D.02/VIII/2026 tanggal 21 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender. Berdasarkan nilai kontrak dan luas bangunan, nilai satuan mencapai sekitar Rp29,6 juta per meter persegi. Angka ini dinilai cukup tinggi untuk bangunan satu lantai, sehingga wajar jika masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas yang dihasilkan.

📌 Temuan di Lapangan

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di lokasi proyek, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian:

– Pada tahap pondasi, terlihat pasangan batu belah yang ditumpuk langsung ke dalam galian. Tidak terlihat adanya lapisan pasir urug maupun adukan semen di dasar galian sebagai alas kerja. Pihak yang memantau menduga tidak ditemukannya konstruksi cakar ayam di bagian pondasi, padahal ruang PICU akan menampung peralatan medis yang cukup berat. Proses pencampuran bahan pun terlihat dilakukan secara manual, sehingga timbul kekhawatiran terhadap mutu adukan yang dihasilkan.
​
– Pekerjaan berlanjut, meskipun terdapat kejanggalan pada tahap awal tersebut. Dokumentasi selanjutnya menunjukkan dinding dari blok hebel sudah berdiri dan kolom struktur mulai terbentuk. Saat ini bangunan sudah memasuki tahap pekerjaan plesteran dinding. Beberapa peralatan penunjang seperti bio septic tank juga sudah tiba di lokasi namun belum terpasang.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya tidak dilaksanakan sepenuhnya. Masyarakat khawatir hal ini dapat berdampak pada ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

📌 Tanggapan Pihak Terkait

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu menyatakan telah menerima masukan dan akan menindaklanjuti. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu menyampaikan bahwa:

“Kami sangat menghargai perhatian dan pengawasan dari masyarakat. Setiap masukan sangat berarti bagi kami. Terkait laporan yang masuk, kami akan segera menurunkan tim teknis untuk memeriksa langsung di lokasi, meneliti kesesuaian dengan dokumen teknis, dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.”

Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek CV Putri Kembar Sejahtera menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja sesuai petunjuk teknis yang diberikan. Namun demikian, mereka terbuka untuk pemeriksaan bersama jika memang ada hal yang perlu diklarifikasi.

“Kami selalu berkoordinasi dengan konsultan pengawas di lapangan. Jika ada yang perlu diteliti ulang, kami siap mendampingi proses pemeriksaan dari pihak berwenang,” ujar perwakilan pelaksana.

Inspektorat Kabupaten Pringsewu juga menyatakan siap melakukan pengawasan dan pemeriksaan apabila ada indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan daerah. Masyarakat diimbau untuk menyampaikan bukti atau temuan yang dimiliki agar pemeriksaan dapat berjalan lebih lengkap dan objektif.

📌 Harapan Bersama

Pembangunan fasilitas kesehatan yang memadai adalah kebutuhan seluruh masyarakat Kabupaten Pringsewu. Oleh karena itu, semua pihak sepakat bahwa kualitas dan ketahanan bangunan harus menjadi prioritas utama. Diharapkan proses pemeriksaan dapat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Proyek ini masih dalam masa pelaksanaan hingga batas waktu yang ditetapkan. Masyarakat diharapkan tetap mengawasi jalannya pembangunan secara santun dan konstruktif demi terwujudnya hasil yang berkualitas.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *