Terkait Kekerasan Jurnalis, Ocktap Riady Desak Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Tiga Wartawan di Polda Sumsel

Blog65 Dilihat

Palembang, Metrozone.net — Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Sumatera Selatan. Tiga wartawan menjadi korban pemukulan dan intimidasi saat meliput aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel, Selasa (13/10/2026).

Ketiga korban diketahui bernama Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel, Mulyadi dari PalTV, dan Yola Dwi Rosdiana dari http://Ketik.com. Mereka mengalami kekerasan saat meliput kericuhan aksi mahasiswa terkait Karhutla dan kabut asap.

Menanggapi hal itu, *Ocktap Riady* mendesak kepolisian bertindak tegas dan segera menangkap seluruh pelaku.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap teman-teman wartawan. Ini bukan hanya melukai fisik jurnalis, tapi melukai kebebasan pers. Polisi harus segera tangkap pelakunya,” tegas Ocktap Riady, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan kronologi di lapangan, insiden bermula saat sekelompok orang berbaju hitam membagikan masker di lokasi aksi. Tak lama, massa mahasiswa datang dan terjadi perselisihan hingga ricuh. Di tengah situasi itu, jurnalis yang sedang live streaming justru dituduh membawa senjata tajam, diintimidasi agar menghapus foto dan video, hingga dikeroyok lebih dari lima orang.

Akibatnya, Rachmad Kurniawan harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara akibat luka pukulan.

Kecaman keras juga datang dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Timur, dan redaksi Tribun Sumsel serta Sriwijaya Post. Mereka menilai kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik adalah pelanggaran serius terhadap UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Puluhan wartawan di OKU Timur bahkan menggelar aksi solidaritas di Mapolres OKU Timur pada Rabu (14/10) sore, mendesak Polres mengusut tuntas kasus tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sumsel belum merilis resmi terkait penangkapan pelaku. Para jurnalis meminta Propam dan Kapolda Sumsel memberikan jaminan keamanan bagi wartawan di lapangan.

Penulis: (Aura)

Tim Editor: Redaksi (Endang Rajo Alam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *