Karang Intan, Metrozone.net –
Semangat memperdalam ilmu agama terus tumbuh ketika Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan membimbing warga binaan mempelajari tajwid dan mengkaji hadis di Masjid At-Taubah. Bersama Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman, untuk mengajarkan ilmu tajwid sekaligus mengkaji hadis-hadis dalam Kitab Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Senin (10/08/2026).
Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman memberikan materi mengenai cara membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid sekaligus mengajak warga binaan memahami pesan dan nilai yang terkandung dalam hadis-hadis Al-Arba’in An-Nawawiyyah. Ia menyampaikan materi secara bertahap dan interaktif sehingga warga binaan dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih mudah serta memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.
Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh perhatian. Warga binaan mengikuti pembelajaran dengan antusias, menyimak penjelasan, mencatat materi, serta berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ardian, turut mendampingi dan mengawasi kegiatan untuk memastikan seluruh rangkaian pembelajaran berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Petugas Seksi Bimkemaswat, Ardian, menyampaikan bahwa pembelajaran tajwid dan kajian hadis memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kebiasaan positif selama menjalani masa pembinaan.
“Kami mendukung kegiatan pembinaan rohani karena ilmu agama dapat menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk membangun sikap dan perilaku yang lebih baik. Melalui pembelajaran tajwid dan kajian hadis, kami berharap mereka tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ardian.
Ardian menambahkan bahwa pembinaan kepribadian tidak hanya mengarahkan warga binaan untuk memahami nilai agama, tetapi juga mendorong mereka membangun kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kebiasaan mengikuti kegiatan positif diharapkan dapat membantu warga binaan menjalani proses perubahan secara bertahap hingga siap kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Ustadz Reza Ramadhani Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa pembelajaran tajwid membantu warga binaan memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Kajian Al-Arba’in An-Nawawiyyah juga memberikan pemahaman mengenai berbagai nilai kehidupan yang dapat diterapkan untuk membangun akhlak dan hubungan yang baik dengan sesama.
“Kami berupaya menyampaikan materi yang mudah dipahami dan dapat langsung diamalkan. Pembelajaran tajwid membantu memperbaiki bacaan Al-Qur’an, sedangkan kajian Al-Arba’in An-Nawawiyyah memberikan banyak pelajaran tentang niat, akhlak, kehidupan, dan hubungan antarsesama. Semoga ilmu yang dipelajari dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap Ustadz Reza.
Ustaz Reza juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Kementerian Agama Kabupaten Banjar dan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Menurutnya, sinergi tersebut memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi warga binaan untuk mendapatkan pendampingan keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai positif selama menjalani masa pembinaan.
Salah seorang warga binaan berinisial MA mengaku senang mengikuti pembelajaran tersebut. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menambah pemahaman hadis, serta memperoleh pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya senang bisa mengikuti pembelajaran tajwid dan kajian hadis karena saya mendapat kesempatan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan memahami ajaran yang bisa saya terapkan dalam kehidupan. Saya berharap ilmu yang saya pelajari di sini bisa terus saya amalkan dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” tutur MA.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat pembinaan kepribadian yang memberikan manfaat bagi warga binaan. Pembelajaran tajwid dan kajian hadis tidak hanya menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk membangun kesadaran, memperbaiki diri, dan menumbuhkan karakter positif.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, moral, dan kepribadian warga binaan. Melalui ilmu yang dipelajari, nilai kebaikan yang ditanamkan, serta pendampingan yang diberikan, warga binaan diharapkan semakin mampu menjalani proses perubahan dan membawa bekal positif untuk kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (nta).








