Karang Intan, Metrozone.net –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas instansi untuk mendukung program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan koordinasi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan yang berlangsung bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program pendidikan pascasarjana Jurusan Magister Manajemen bagi warga binaan bersama Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan pembinaan yang lebih progresif, humanis, dan berdampak nyata, tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga keluarga mereka. Selain mendukung program pendidikan, sinergi tersebut juga diwujudkan melalui koordinasi penyerahan gerobak UMKM bagi keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi keluarga dan pengembangan usaha mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kalimantan Selatan, Kombes Pol. Andri Koko Prabowo, S.I.K., M.H. turut menyerahkan rompi kepada Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai simbol kebersamaan, kolaborasi, dan semangat sinergi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Mewakili Kepala BNNP Kalimantan Selatan, Kombes Pol. Andri Koko Prabowo, S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi atas langkah positif yang dilakukan Lapas Narkotika Karang Intan dalam menghadirkan program pendidikan dan pemberdayaan bagi warga binaan serta keluarganya.
“Saya mewakili Bapak Kepala BNNP Kalimantan Selatan untuk berhadir di sini merasa bangga dan turut senang dapat menyaksikan PKS ini. Kami berharap sinergi dan koordinasi yang terjalin dapat terus memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembinaan, pemberdayaan, dan upaya pencegahan narkoba di tengah masyarakat,” ujar Andri Koko Prabowo.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa penguatan sinergi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami percaya keberhasilan pembinaan tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Kolaborasi bersama BNNP Kalimantan Selatan ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan program pendidikan, pemberdayaan, dan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan maupun keluarganya,” ungkap Yugo Indra Wicaksi.
Melalui penguatan koordinasi dan sinergi tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pembinaan yang humanis, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat. Program pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan dukungan lintas instansi diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam membantu warga binaan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).










