Gubernur Lampung dan Mentan RI Hadiri Pesta Rakyat Petani di Pringsewu, Bupati Riyanto: Kendala Kita Hanya Air

Blog30 Dilihat

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, —

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menghadiri Pesta Rakyat Petani dalam rangka puncak peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Pringsewu.

Pesta Rakyat Petani tersebut dipusatkan di areal persawahan di Jalan Dr. Sugiri Syarief, Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Desa Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sejak Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2026.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota MPR RI yang juga Presiden PKS Al-Muzammil Yusuf, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wabup Umi Laila beserta jajaran pemerintah daerah, DPRD, forkopimda, dan ribuan petani.

Pesta Rakyat Petani diisi berbagai kegiatan meriah diantaranya Fun Run menyusuri ruas jalan sekitar Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Kontes Kambing dan Domba, Kontes Entog Jumbo, Grebeg Ayam, Pasar Tani, pelantikan Duta Tani, serta Ramah Tamah di Aula Utama Pemkab Pringsewu.

Dalam sambutannya, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengapresiasi Kementerian Pertanian dimana saat ini urusan pupuk jauh lebih baik berkat kebijakan Presiden dan Menteri Pertanian, yakni harga pupuk bersubsidi yang sudah turun dan proses distribusi yang jauh lebih efektif.

“Kendala kita saat ini sebetulnya adalah ketersediaan air. Sejak 2025, kami sudah beraudiensi dan koordinasi dengan berbagai pihak baik di Lampung dan Jakarta agar bendungan yang ada bermanfaat bagi masyarakat Pringsewu. Semoga permasalahan distribusi air bendungan ini dapat terselesaikan,” ucap Bupati Riyanto Pamungkas, Minggu, 25 Oktober 2026.

Bupati juga mengungkapkan meskipun wilayahnya kecil, produktivitas padi di Pringsewu mencapai 63,5 kuintal per hektar, merupakan yang tertinggi di Lampung. Sedangkan rata-rata provinsi baru 52,5 kuintal per hektar.

Selain itu, pihaknya juga sudah memulai program hilirisasi, yang mana Sentra Mocaf Pringsewu telah menyerap 150 ton singkong petani dan mengolahnya menjadi 40 ton tepung mocaf.

“Hingga akhir tahun kami menargetkan 320 ton singkong terserap, dengan produksi sekitar 80 ton tepung mocaf. Dan, Inshaa Allah pada November nanti kita mulai ekspor Mocaf ke Amerika Serikat,” ungkapnya.

Selain itu, Kabupaten Pringsewu menjadi pusat kambing dan domba di Provinsi Lampung, dengan terus bertambahnya populasi kambing dan domba yang kini mencapai 98.843 ekor. Kaitan ini, Pemkab Pringsewu terus melakukan riset dan konsolidasi untuk program hilirisasi kambing.

“Pringsewu juga memiliki sekitar 6.722 UMKM dan 63 IKM yang melakukan hilirisasi pertanian. Dengan modal itu, kami siap menjadi pusat hilirisasi, inovasi dan pertanian modern di Provinsi Lampung,” tandasnya.

Terkait program cetak sawah baru, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menambahkan bahwa wilayahnya memiliki potensi cetak sawah hingga 1000 hektar di Kecamatan Pagelaran Utara. Pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan Bendung Way Waya yang hulunya berada di hutan lindung Register 22 guna mendukung program cetak sawah tersebut. Serta pemanfaatan air dari Bendungan Way Sekampung untuk mengairi sawah petani di Kabupaten Pringsewu.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah usulan disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian, baik dari pemerintah daerah maupun para petani. Atas usulan-usulan yang disampaikan, Mentan RI Amran Sulaiman menyatakan usulan yang ada telah dicatat dan akan ditindaklanjuti. Terkait pembangunan Bendung, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PU.

Mentan Amran Sulaiman pada kesempatan itu juga berdialog dengan para petani penggarap dan buruh tani. Dikatakan Mentan, buruh tani seperti buruh tandur juga bisa memperoleh bantuan alat pertanian dari pemerintah.

“Kebijakan yang tepat perlu disertai koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Sinergi ini penting agar kebijakan pertanian dapat memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Mentan juga menuturkan pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan impor singkong sebagai upaya mendukung petani serta menjaga harga komoditas tersebut. Diungkapkan Amran, harga singkong saat ini Rp 3.000 per kilogram, naik berbanding sebelumnya Rp 700 per kilogram.

“Kami, pemerintah pusat tentu sangat mendukung upaya-upaya yang bertujuan untuk memberikan keuntungan bagi para petani, diantaranya melalui kebijakan regulasi. Untuk kepentingan petani, kami pasti akan mendukung,” tegas Mentan Amran Sulaiman.

(Epy/Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *