GEGER! Doni P3K Dinas Pertanian Pringsewu Akhirnya Buka Suara, Akui Telepon Direktur PDAM M. Hata Karena Soal Mobil CR-V Mewah

Blog48 Dilihat

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, — Polemik yang melibatkan Doni Destiawansyah, yang disebut sebagai pegawai P3K di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, dengan Direktur PDAM Pringsewu, M. Hata, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya M. Hata mengaku menerima telepon bernada kasar dan ditantang, Doni akhirnya memberikan klarifikasi kepada media.

Dalam keterangannya, Doni membenarkan bahwa dirinya menghubungi M. Hata melalui sambungan telepon. Ia mengakui emosinya terpancing hingga melontarkan kata-kata yang kurang sopan saat menelepon Direktur PDAM Pringsewu tersebut.

Doni menjelaskan, persoalan tersebut bermula dari informasi yang diterimanya mengenai ucapan M. Hata yang disebut menyinggung kepemilikan mobil Honda CR-V miliknya.

“Saya mendapat informasi bahwa Direktur PDAM Pringsewu, M. Hata, pernah mengatakan, ‘Wih, hebat amat itu P3K Pertanian membawa mobil CR-V, sekelas mobil mewah’,” ujar Doni saat memberikan klarifikasi kepada media.

Menurut Doni, ucapan tersebut membuatnya merasa tersinggung. Ia mengaku menafsirkan perkataan itu seolah-olah dirinya dicurigai memperoleh kendaraan tersebut melalui cara yang tidak semestinya, termasuk dugaan korupsi atau menjadi simpanan seseorang. Namun, penafsiran tersebut merupakan pandangan pribadi Doni dan belum dapat dianggap sebagai tuduhan yang terbukti pernah dilontarkan M. Hata.

Doni mengakui bahwa dirinya menelepon M. Hata dalam keadaan emosi dan menggunakan kalimat yang kurang pantas. Ia juga menyampaikan bahwa pada dasarnya dirinya merasa persoalan tersebut sudah dapat diselesaikan.

“Saya emosi dan menelepon Pak M. Hata dengan kata-kata yang kurang sopan. Namun, pada dasarnya saya pun sudah merasa persoalan ini selesai,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur PDAM Pringsewu M. Hata mengaku ditelepon dengan kata-kata yang tidak pantas dan ditantang oleh Doni. M. Hata mengatakan persoalannya tidak jelas.

“Saya ditelepon dengan kata-kata yang tidak pantas, sementara persoalannya tidak jelas. Dia menantang saya, lalu saya jawab, mau ketemu di mana? Setelah acara Pringsewu Bershalawat, mau di mana saja saya ikut. Jangan dikira saya takut,” ujar M. Hata kepada media.

Klarifikasi Doni ini memberikan perspektif lain atas peristiwa yang sebelumnya disampaikan M. Hata. Meski demikian, keterangan kedua pihak tetap perlu ditempatkan secara berimbang, termasuk memastikan konteks ucapan yang dipersoalkan terkait mobil CR-V tersebut.

Media masih membuka ruang bagi M. Hata untuk memberikan tanggapan lanjutan atas klarifikasi Doni P3K Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu tersebut, demi keberimbangan informasi.

(Team)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *