FISIP UBB Dorong Mahasiswa Jadi Young Entrepreneur Lewat Bazar dan Seminar Kewirausahaan 2026

Berita47 Dilihat

Bangka, Metrozone.net –

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bazar dan Seminar Kewirausahaan 2026 bertajuk Young Entrepreneur FISIP: From Creative Ideas to Business Opportunities yang digelar Kamis, 1 Oktober 2026, di lingkungan FISIP UBB.

Kegiatan yang memadukan edukasi dan praktik kewirausahaan ini menghadirkan seminar di Ruang Seminar FISIP, Gedung Babel I UBB, serta bazar di lapangan terbuka FISIP. Seminar diikuti sekitar 50 mahasiswa, sementara kegiatan bazar melibatkan 35 tenant dengan beragam produk yang ditawarkan kepada sivitas akademika dan pengunjung.

Dekan FISIP UBB, Dr. Iskandar Zulkarnain, M.A., membuka secara resmi rangkaian Workshop Kewirausahaan dan FISIP Bazar 2026. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman langsung dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Konsep kegiatan mengintegrasikan empat tahapan, yakni Learn, Create, Sell, dan Connect. Tahap Learn diwujudkan melalui seminar bersama narasumber. Create hadir melalui ide, produk, dan kreativitas mahasiswa. Selanjutnya, Sell dilakukan melalui promosi dan transaksi langsung selama bazar, sedangkan Connect terbangun melalui interaksi mahasiswa dengan narasumber, pelaku usaha, konsumen, dan sesama tenant.

Pada sesi pertama seminar, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai literasi keuangan dan investasi dari Vincent Valdinata, perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Bangka Belitung. Materi mencakup pengenalan inflasi, perbedaan menabung dan berinvestasi, pasar modal, serta berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana.

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan alternatif investasi berbasis syariah, sekaligus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah agar calon investor memastikan investasi yang dipilih memenuhi prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebagai langkah untuk menghindari investasi ilegal.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Andreas Maulana, S.P., Owner Bahek Ewaki, usaha pengolahan hasil perikanan yang berlokasi di Desa Kurau Barat. Andreas berbagi pengalaman membangun usaha yang pada awalnya memproduksi getas dan ampiang untuk konsumsi sehari-hari pada 2014, kemudian berkembang menjadi usaha komersial setelah memperoleh respons positif dari konsumen.

Pengalaman Bahek Ewaki memberikan contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Dengan memanfaatkan hasil tangkapan nelayan Desa Kurau sebagai bahan baku, usaha tersebut tidak hanya menghasilkan nilai tambah bagi produk perikanan, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat sekitar.

Dalam pengembangan usaha, mahasiswa mendapatkan gambaran pentingnya menjaga kualitas, melakukan inovasi produk, membangun kerja sama dengan pemasok, serta memanfaatkan media sosial dan marketplace. Strategi pemasaran juga dilakukan melalui penjualan langsung, pameran produk, hingga pengembangan toko oleh-oleh.

Selain seminar, suasana kewirausahaan semakin terasa melalui bazar yang menghadirkan beragam produk mahasiswa. Produk yang ditawarkan antara lain makanan ringan, olahan seafood, dimsum, rice bowl, mochi, donat, kopi, jus buah, hingga produk kreatif seperti buket bunga, gantungan kunci, bag charm, gelang, kalung, dan ikan hias.

Bagi mahasiswa, bazar menjadi laboratorium kewirausahaan dalam situasi nyata. Mereka belajar menata produk, melakukan promosi, melayani konsumen, melakukan transaksi, serta melihat secara langsung respons pasar terhadap produk yang ditawarkan.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan penghargaan kepada tiga tenant. Kibo Sticky Milk terpilih sebagai Tenant Terlaris, Nyantai Dimsum sebagai Tenant Terpopuler, dan Himasosubb sebagai Tenant Terkreatif.

Melalui kegiatan ini, FISIP UBB menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan tidak berhenti pada pemahaman teori. Mahasiswa diberi ruang untuk menguji ide, berinteraksi dengan konsumen, mengenali potensi pasar, serta belajar dari pengalaman pelaku usaha.

Bazar dan Seminar Kewirausahaan 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membangun budaya kewirausahaan mahasiswa yang lebih aktif, kreatif, mandiri, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan sehari, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa FISIP UBB untuk melihat bahwa ide kreatif dapat menjadi peluang bisnis ketika dipadukan dengan keberanian, pengetahuan, inovasi, dan kemampuan membaca potensi di sekitar. (Resti Amalia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *