RAJA AMPAT, METROZONET-NET — Aktivis Sosialisme Adat, Abraham Umpain Dimara, mengajak masyarakat Raja Ampat agar tidak mudah mempercayai klaim sepihak terkait kepemimpinan adat, termasuk pengakuan seseorang yang menyebut dirinya sebagai kepala suku tanpa didukung bukti sejarah yang dapat diverifikasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Abraham kepada publik pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 09.58 WIT.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adat tidak semestinya hanya didasarkan pada pengakuan pribadi, tetapi harus memiliki dasar sejarah, asal-usul, serta bukti yang dapat ditelusuri.
Menurutnya, keberadaan suatu suku atau persekutuan adat dengan struktur kepemimpinan tertentu semestinya meninggalkan jejak sejarah yang dapat diteliti. Jejak tersebut antara lain dapat ditemukan melalui catatan kolonial, arsip Kesultanan Tidore, catatan Portugis, Spanyol dan Belanda, peta-peta lama, sejarah kampung atau pulau, penelitian antropologi dan etnografi, buku serta jurnal akademik, hingga dokumen dan keterangan dari pemerintahan Keraton Tidore.
“Sejarah harus diuji, asal-usul harus ditelusuri, dan fakta harus dibuktikan,” tegas Abraham.
Ia juga menilai kesaksian masyarakat masa kini tetap memiliki nilai penting dalam mengungkap sejarah adat. Namun, kesaksian tersebut menurutnya perlu diuji silang dengan sumber-sumber sejarah yang lebih tua dan dapat diverifikasi agar tidak menimbulkan klaim yang keliru.
Abraham menegaskan, persoalan sejarah adat bukan mengenai siapa yang paling lantang menyampaikan pendapat, melainkan siapa yang mampu menunjukkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita bukan sedang mencari siapa yang paling keras berbicara. Kita sedang mencari siapa yang mempunyai bukti sejarah,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar sejarah leluhur tidak berubah menjadi klaim pribadi yang berpotensi merugikan masyarakat. Menurutnya, apabila sejarah dan adat tidak dikaji berdasarkan fakta, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi generasi mendatang.
“Saya tidak berbicara untuk kepentingan pribadi. Saya bersuara untuk rakyat, untuk kebenaran sejarah, serta untuk menjaga marwah adat dan leluhur,” katanya.
Abraham menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sejarah adat harus ditempatkan berdasarkan bukti dan fakta, bukan semata-mata berdasarkan klaim.
“Sejarah bukan untuk diklaim. Sejarah harus dibuktikan.” Paparnya Abraham Umpain Dimara Aktivis Sosialisme Adat.
[Alex]







