Laru Dolok Mandailing Natal Metrozone Net
Wisata Permainan Leluhur (Witapermainur) Desa Laru Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, kembali digelar dengan penuh semangat pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Desa Laru Dolok tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengajak anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan telepon seluler (HP) sekaligus mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai ditinggalkan
Kegiatan ini mengusung slogan “HP Emma Jolo, Marmayam Keta”, yang mengandung pesan agar anak-anak untuk sementara meninggalkan HP dan kembali menikmati permainan bersama teman-teman di lingkungan sekitar
Witapermainur Desa Laru Dolok dipandu langsung oleh Kepala Desa Laru Dolok Sahlan bersama perangkat desa, ibu-ibu PKK, kader, serta NNB Desa Laru Dolok. Berbagai permainan tradisional digelar untuk memberikan suasana yang menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antara anak-anak dan masyarakat
Selain permainan leluhur, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak.
Kepala Desa Laru Dolok, Sahlan, mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengenalkan dan melestarikan permainan-permainan leluhur kepada generasi muda yang saat ini mulai terlupakan akibat perkembangan teknologi
“Kita akan terus mengenalkan permainan leluhur kepada anak-anak, seperti permainan engklek, lompat tali, petak umpet dan berbagai permainan tradisional lainnya. Kita berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan terhadap HP dan lebih aktif bermain bersama teman-temannya,” ujar Sahlan
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun interaksi sosial, meningkatkan aktivitas fisik anak, serta menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong sejak usia dini.
Anak-anak dan masyarakat Desa Laru Dolok tampak antusias dan gembira mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana penuh keceriaan terlihat saat anak-anak bermain dan berinteraksi bersama.
Kegiatan Witapermainur diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga permainan tradisional tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus di Desa Laru Dolok
Camat Tambangan Bahren Daulay juga saat di temui mengatakan berharap supaya permaunan leluhur ini di adakan di setiap hari libur anak sekolah terutama di hari Minggu. Bahren Daulay mengimbau kepada seluruh kepala desa se kecamatan Tambangan terus mengajak warganya khususnya anak anak untuk terus adakan acara permainan leluhur ini.
Jurnalis:Arbain




