WISUDA AKBAR! STAIN Madina Kukuhkan 519 Sarjana Angkatan ke-8, Mahasiswi Dominasi

Blog32 Dilihat

PANYABUNGAN (Metrozone Online)

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) kembali mencetak sejarah. Sebanyak 519 mahasiswa dari 20 Program Studi resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan ke-8 yang digelar megah di Student Center, Kompleks Pendidikan STAIN Madina, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (31/10/2026).

Dari total 519 wisudawan, jumlah mahasiswi mendominasi yakni 332 orang, sementara mahasiswa sebanyak 187 orang.

Prosesi sakral tersebut dihadiri jajaran tokoh penting daerah dan nasional. Tampak hadir Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, Anggota DPRD Sumut H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati Madina H. Dahlan Hasan Nasution.

Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis dalam pidato akademiknya menyampaikan rasa syukur mendalam atas kelulusan ratusan mahasiswa tersebut. Menurutnya, gelar sarjana adalah buah dari kesabaran menuntut ilmu dan doa panjang orang tua.

Ia berpesan tegas agar ilmu tidak dijadikan ajang kesombongan.

“Ananda tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi mengemban amanah sebagai cendekiawan muslim. Jangan jadikan ilmu sebagai sarana kesombongan, melainkan sebagai jalan untuk meningkatkan ketundukan kepada Sang Pencipta,” ujar Mara Samin.

Mara Samin berharap di tengah gempuran modernitas dan pergeseran nilai sosial, lulusan STAIN Madina mampu tampil sebagai pelopor yang mengintegrasikan sains dan nilai-nilai keislaman.

“Tampillah sebagai penyejuk, pembawa solusi, dan representasi Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam. Jaga adab, akhlak, dan nama baik almamater. Kepintaran tanpa moral dapat mendatangkan kerusakan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyoroti tantangan berat yang dihadapi generasi sarjana saat ini, mulai dari perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga derasnya arus informasi global.

“Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,” tegas Saipullah.

Namun, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri.

“Teknologi dapat membantu pekerjaan lebih cepat dan efisien. Namun, iman dan akhlak harus tetap menjadi kompas utama dalam menentukan arah dan tujuan penggunaannya,” kata Bupati.

Saipullah juga menegaskan pembangunan Madina tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi soal kualitas SDM.

“Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi, santun dalam bersikap, teguh dalam prinsip, dan bermanfaat bagi sesama,” tutupnya.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru, diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama para wisudawan dengan orang tua. (Tim).

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *