Pringsewu, Metrozone.net, —
Warga pengguna jalan dan masyarakat sekitar mengeluhkan kondisi Jembatan Kali Oyot yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu, Lampung. Jembatan yang terletak di Pekon Pandansari, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu ini kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan.
Saat awak media melakukan sosial kontrol ke lokasi, Sabtu (04/07/2026), terlihat jelas kerusakan di badan jembatan. Bekas coran dasar jalan jembatan menganga berlobang cukup besar. Dari lobang tersebut terlihat besi tulangan yang sudah berkarat dan menggantung.
Lebih parah lagi, pondasi jembatan terlihat sudah rusak dan hampir roboh. Tumpukan batu pondasi jebol, dan di bawahnya hanya tersisa tanah berlumpur serta puing-puing beton. Sampah juga terlihat menumpuk di bawah jembatan.
Dari dokumentasi foto tanggal 4 Juli 2026 pukul 16.04 WIB, terlihat seorang pengendara motor terpaksa harus ekstra hati-hati dan mengambil sisi jalan saat melintas di samping lobang tersebut. Sementara foto lainnya pukul 16.52 WIB juga menunjukkan mobil SUV hampir mepet pagar jembatan karena menghindari lobang yang sama.
“Ini tiap hari dilewati anak sekolah, petani, sama mobil. Kalau pas hujan licin banget, takut amblas. Udah lapor sana-sini tapi gak ada yang benerin,” keluh salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. Tidak adanya rambu peringatan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama saat malam hari.
Yang menjadi pertanyaan warga, padahal berdasarkan informasi yang diterima, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Dapil II sudah menganggarkan dana untuk pembangunan/rehabilitasi Jembatan Kali Oyot Pekon Pandansari sebesar kurang lebih Rp900 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2026.
“Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pengerjaan. Pondasinya malah makin rusak parah. Kemana dananya?” ujar warga lainnya.
Warga dan masyarakat sekitar mendesak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu segera turun tangan melakukan perbaikan darurat, minimal ditutup dan dipasangi rambu agar tidak memakan korban.
Mereka juga meminta DPRD Pringsewu untuk mengawal realisasi anggaran tersebut agar segera direalisasikan. Jika dibiarkan, dikhawatirkan jembatan akan ambruk total dan memutus akses warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu belum dapat dikonfirmasi terkait kapan realisasi perbaikan jembatan tersebut akan dilakukan.
(Epy)







