Ustaz H. Asfiani Norhasani Pimpin Tadabur Al-Qur’an bagi Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Berita28 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net – 

Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti kegiatan Majelis Taklim dengan materi tadabur Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 151–153 di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (27/10).

Kegiatan yang disampaikan Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc., ini mengajak warga binaan memahami pesan-pesan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, memperbaiki perilaku, serta memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan.

Surah Al-An’am ayat 151–153 memuat sejumlah tuntunan penting, di antaranya larangan mempersekutukan Allah, kewajiban berbuat baik kepada orang tua, larangan membunuh anak karena takut miskin, menjauhi perbuatan keji, menjaga hak anak yatim, menyempurnakan takaran dan timbangan, serta menegakkan keadilan. Ayat-ayat tersebut juga menegaskan pentingnya mengikuti jalan Allah yang lurus.

Melalui kegiatan tadabur ini, warga binaan diajak tidak sekadar membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan menjadi bahan introspeksi diri dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Banjarmasin, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk membantu warga binaan memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter yang lebih baik.

“Melalui kegiatan tadabur Al-Qur’an, kami berharap warga binaan tidak hanya memahami kandungan ayat yang dipelajari, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Surah Al-An’am ayat 151–153 mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, keadilan, serta ketaatan kepada Allah yang penting sebagai bekal memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Muhammad Ansyari.

Bagi warga binaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dan merenungkan kembali perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Warga binaan berinisial YS mengaku mendapatkan pengingat untuk terus memperbaiki diri melalui materi yang disampaikan.

“Dari pengajian tadi, saya jadi lebih ingat untuk menjaga sikap dan memperbaiki diri. Ternyata ayat-ayat yang dibahas banyak mengajarkan bagaimana kita harus bersikap kepada orang lain. Semoga saya bisa menjalankannya sedikit demi sedikit,” ujar YS.

Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan. Ia berharap kegiatan Majelis Taklim dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, serta menjadi bekal moral bagi warga binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai agama agar warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan memiliki bekal positif untuk kehidupan setelah bebas. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *