Banjarmasin, Metrozone.net –
Di tengah rutinitas menjalani masa pembinaan, pagi menjadi kesempatan bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin untuk menenangkan diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. Melalui pelaksanaan salat Duha di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (27/10), warga binaan memanfaatkan waktu pagi untuk beribadah sekaligus memperkuat keimanan.
Salat Duha merupakan ibadah sunah yang dapat menjadi bagian dari kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Warga binaan yang mengikuti ibadah ini memanfaatkan waktu untuk berdoa, bermuhasabah, dan memohon kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Bagi warga binaan, ibadah bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar memperbaiki diri. Meluangkan waktu untuk beribadah di tengah kegiatan pembinaan diharapkan dapat menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keyakinan, dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah seperti salat Duha menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan positif dan meningkatkan kesadaran warga binaan dalam menjalani pembinaan.
“Kami mendorong warga binaan untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, termasuk melaksanakan ibadah. Harapannya, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan selama berada di Lapas, tetapi juga terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Gilang.
Salah seorang warga binaan berinisial L mengaku bahwa salat Duha memberinya kesempatan untuk lebih tenang dan mengingat Allah di tengah aktivitas sehari-hari.
“Kalau ikut salat Duha, rasanya lebih tenang. Bisa berdoa dan mengingat Allah. Saya juga ingin pelan-pelan memperbaiki diri, semoga nanti bisa jadi orang yang lebih baik,” ujar L.
Secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Pembinaan keagamaan harus terus kita dukung karena menjadi salah satu sarana untuk memperkuat keimanan dan membangun kesadaran warga binaan agar terus memperbaiki diri. Saya berharap kebiasaan beribadah ini tumbuh dari kesadaran pribadi dan dapat terus dijaga, bukan hanya selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Akhmad Herriansyah.
Melalui kegiatan salat Duha di Masjid Baabut Taqwa, Lapas Banjarmasin terus mendukung pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Dari waktu yang diluangkan untuk beribadah, diharapkan tumbuh niat untuk memperbaiki diri dan menata masa depan dengan lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)






