Proyek Preservasi Ruas Jalan Kalirejo – Pringsewu Rp23,9 Miliar Dipertanyakan, Volume 2,7 KM Baru Dicor Sudah Retak, Patah dan Pecah Seribu

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, – Proyek preservasi ruas jalan Kalirejo – Pringsewu dengan nilai anggaran fantastis sebesar Rp23,9 Miliar dan volume panjang penanganan kurang lebih 2,7 Kilometer dipertanyakan mutunya oleh warga. Pasalnya jalan yang belum sempat dilalui kendaraan bermotor dan mobil secara penuh, tiba-tiba sudah terlihat retak, patah, dan pecah seribu di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan dan dokumentasi di lapangan pada Kamis, 17 September 2026 di Jalan Raya Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, tepatnya di dekat SMA Negeri 2 Pringsewu, kondisi rigid beton jalan baru tersebut sangat memprihatinkan.

Dari foto-foto yang diambil, terlihat jelas keretakan memanjang, keretakan melintang, hingga retak pecah seribu seperti sarang laba-laba di permukaan beton. Beberapa titik bahkan sudah patah dan terbelah, padahal jalan tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum dibuka total untuk lalu lintas umum. Kondisi ini juga terlihat ditutup terpal di beberapa bagian.

Warga setempat menyayangkan kualitas pekerjaan proyek dengan volume 2,7 Km yang menggunakan anggaran APBD Provinsi Lampung tersebut. Warga menduga pengerjaan dilakukan asal jadi dan minim pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung.

“Jalan belum dilewati kendaraan bermotor dan mobil, tiba-tiba terlihat retak dan patah serta pecah seribu. Retakannya banyak banget. Kami pertanyakan mutunya, ini anggaran besar Rp23,9 Miliar untuk 2,7 Km lho,” keluh salah seorang warga yang melintas.

Warga menilai, jika sejak awal dengan volume hanya 2,7 Km saja sudah mengalami kerusakan seperti ini, maka dikhawatirkan usia pakai jalan tidak akan bertahan lama. Padahal proyek ini dibiayai dari hasil pajak rakyat melalui APBD Provinsi Lampung yang seharusnya memberikan manfaat maksimal dan kualitas terbaik untuk masyarakat.

“Kami minta dinas terkait jangan tutup mata. Ini uang rakyat. Harus diawasi betul, jangan sampai baru sebulan dicor sudah hancur lagi. Kasihan masyarakat,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas BMBK Provinsi Lampung maupun pihak kontraktor pelaksana terkait penyebab keretakan dan patahnya beton jalan tersebut, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Masyarakat berharap Gubernur Lampung, Dinas BMBK Provinsi Lampung, dan aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan mutu dan audit terhadap proyek preservasi ruas jalan Kalirejo – Pringsewu tersebut.

(Team/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *