Plt Sekda Aceh Barat Lantik 263 Anggota Tuha Peut Gampong

Meulaboh (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda), Kurdi, resmi melantik ratusan anggota Tuha Peut Gampong (TPG). Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung khidmat di halaman depan Kantor Bupati Aceh Barat pada Rabu (10/6/2026).

​Dalam sambutannya , Kurdi menyebutkan bahwa total aparatur yang dilantik mencapai 263 orang. Mereka merupakan perwakilan dari 50 gampong yang tersebar di 11 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Barat.

​“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kami mengucapkan selamat kepada saudara-saudara semuanya. Semoga amanah serta tugas yang dipercayakan ini dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Kurdi

​Kurdi menegaskan bahwa pelantikan ini tidak boleh dipandang sebagai seremonial administratif semata. Momentum ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat gampong (desa).

Menurutnya, ​sebagai lembaga legislatif dan representatif di tingkat desa adat Aceh, Tuha Peut memiliki posisi yang sangat strategis. Kurdi mengingatkan bahwa fungsi utama Tuha Peut adalah menjadi mitra sejajar Keuchik (Kepala Desa) dalam menyelenggarakan roda pemerintahan gampong.

​“Tuha Peut memiliki peran strategis untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, membahas dan menyepakati rancangan Qanun atau peraturan gampong bersama Keuchik, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan gampong,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Plt Sekda menggarisbawahi bahwa kemajuan Kabupaten Aceh Barat sangat ditentukan oleh kemajuan gampong-gampongnya. Namun, tantangan pembangunan ke depan dipastikan semakin berat akibat dinamika fiskal yang sedang terjadi.
​Saat ini, pemerintah daerah hingga desa dihadapkan pada situasi efisiensi anggaran, mulai dari pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, hingga minimnya alokasi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG).

​Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Kurdi menuntut seluruh anggota Tuha Peut yang baru dilantik untuk tetap inovatif dan adaptif.
​“Kita semua dituntut untuk tetap mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian warga, menjaga ketahanan sosial, serta memperkuat implementasi syariat Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Kurdi.

​Di akhir sambutannya, Pemkab Aceh Barat mengingatkan agar tidak ada ego sektoral antara lembaga eksekutif dan legislatif gampong. Hubungan antara Keuchik dan Tuha Peut haruslah bersifat kemitraan yang saling melengkapi dan mendukung, bukan saling menjatuhkan.

​“Pengawasan yang dilakukan oleh Tuha Peut harus dimaknai positif sebagai upaya bersama. Tujuannya jelas, untuk mewujudkan pemerintahan gampong yang transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

​Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh Barat, para camat dari masing-masing kecamatan, para Keuchik, serta tokoh masyarakat setempat

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *