Pemkab Aceh Barat Bersama MPTT-I Gelar Rateb Seuribe dan Doa Tolak Bala di GOS Meulaboh

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bekerja sama dengan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) menggelar kegiatan Rateb Seuribe dan Doa Tolak Bala pada Minggu (26/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di pelataran Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, Aceh Barat.

​Kegiatan keagamaan ini dipimpin langsung oleh Wali Agama Aceh sekaligus ulama kharismatik, Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy. Ribuan jamaah MPTT-I yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Barat turut memadati lokasi acara.

​Lantunan zikir, doa, dan Rateb Seuribe menggema di seluruh area pelaksanaan. Ribuan jamaah tampak larut dalam suasana penuh kekhusyukan, memohon kepada Sang Pencipta agar Aceh Barat dan seluruh wilayah Aceh senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.

​Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Barat menyampaikan bahwa kegiatan zikir dan doa bersama ini merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, kedamaian, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.

​”Melalui Rateb Seuribe dan doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Aceh Barat senantiasa berada dalam lindungan-Nya, dijauhkan dari segala bentuk bala, bencana, dan musibah, serta diberikan keberkahan dalam setiap langkah pembangunan daerah,” ujar Said Fadheil.

​Ia menambahkan, selain berbagai upaya fisik dan pembangunan yang dijalankan pemerintah, doa serta zikir menjadi penguat nilai-nilai religius yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

​Sementara itu, Abuya Syekh H. Amran Waly Al-Khalidy dalam tausiyahnya mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperkuat keimanan, memperbanyak zikir, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

​Beliau menegaskan bahwa doa, zikir, dan istighfar memiliki keutamaan besar dalam memohon perlindungan Allah SWT. Amalan ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga persatuan, perbaikan akhlak, dan ketakwaan.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *