Pipa Jaringan SPAM WAY SEPAGASAN Anggaran Rp1,3 Miliar Jebol Halaman dan Kebun Warga Jalan SMA NEGERI Banyumas Tergenang Air, Dinas PUPR Pringsewu Diminta Bertanggung Jawab

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, — Proyek Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM Way Sepagasan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pringsewu pada Tahun Anggaran 2025 dengan nilai sekitar Rp1,3 Miliar kembali menuai sorotan. Sambungan pipa dilaporkan jebol dan menyebabkan air bersih meluap hingga menggenangi halaman dan kebun warga.

Pantauan langsung di lapangan pada Jumat, 1 Agustus 2026 pukul 10.36 WIB hingga 10.38 WIB, terlihat genangan air berlumpur tersebar di area pekarangan warga. Air menggenangi tanah di bawah pohon, merendam tanaman, dan mengalir ke area jalan lingkungan. Dokumentasi video menunjukkan aliran air masih terus keluar dari titik sambungan yang diduga rusak.

Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan SMA Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Papan penunjuk arah SMA NEGERI 1 BANYUMAS 1 KM juga terlihat di lokasi. Genangan tidak hanya terjadi di satu titik, namun menyebar ke beberapa bagian halaman rumah warga dan kebun.

Seorang warga sekitar Jalan SMA Negeri Banyumas yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap mutu pekerjaan proyek tersebut.
“Miris. Proyek Rp1,3 Miliar baru setahun ini sudah jebol. Air masuk ke halaman rumah kami, kebun jadi becek dan rusak. Diduga kuat pengerjaannya asal-asalan. Sambungan pipanya tidak kuat dan tidak sesuai standar teknis,” ujarnya.

Menurut warga, kerusakan ini bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga membuang air bersih yang seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Warga menduga lemahnya pengawasan dan kualitas material menjadi penyebab utama cepat rusaknya jaringan SPAM tersebut.

Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu untuk segera turun tangan melakukan perbaikan total dan permanen, bukan sekadar tambal sulam. Ia juga meminta agar dibuka secara transparan informasi terkait nama perusahaan rekanan pelaksana, konsultan pengawas, spesifikasi teknis pipa, dan hasil uji mutu pekerjaan SPAM Way Sepagasan TA 2025.

“Uang Rp1,3 Miliar itu uang rakyat dari APBD. Kalau hasilnya seperti ini berarti ada pemborosan dan potensi kerugian negara. Kami minta Inspektorat Kabupaten Pringsewu dan BPK Perwakilan Provinsi Lampung untuk segera melakukan audit. Jangan sampai proyek seperti ini terulang lagi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu terkait penyebab jebolnya pipa dan rencana tindak lanjut perbaikan.

(Team)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *