PANGKALPINANG – Kompetisi bergengsi tahunan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali digelar pada 9–12 Juni 2026. Ajang yang menjadi agenda rutin Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut mempertandingkan 31 bidang lomba, termasuk bidang Fishery (Perikanan) yang berlangsung ketat dan penuh persaingan.
Pada tahun ini, bidang Fishery mengangkat tema Pemijahan Buatan Ikan Lele melalui Metode Induced Breeding (Kawin Suntik). Tema tersebut dipilih untuk menguji kemampuan peserta dalam menguasai teknologi pembenihan yang menjadi salah satu kompetensi penting dalam industri akuakultur modern.
Sebanyak lima siswa terbaik dari berbagai SMK di Bangka Belitung ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka merupakan perwakilan sekolah yang telah melalui proses seleksi dan didampingi oleh guru pembimbing masing-masing.
Kelima sekolah peserta yakni SMK Negeri 4 Pangkalpinang, SMK Negeri 1 Tukak Sadai, SMK Negeri 1 Selat Nasik, SMK Negeri 2 Tanjungpandan, dan SMK IT Jamalulail Belinyu.
Penilaian dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi perikanan, yakni Dr. Eva Prasetiyono dari Universitas Bangka Belitung (UBB), Ajie Prayoga, S.Pi. dari Balai Benih Ikan Lokal (BBIL) Air Mawar, serta Donny Pranata, S.PKP dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Untuk menentukan peserta terbaik, para siswa harus melewati lima tahapan penilaian yang komprehensif, mulai dari ujian tulis, penilaian portofolio, praktikum pemijahan ikan, presentasi, hingga sesi wawancara. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan pengetahuan, keterampilan teknis, hingga kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan dunia kerja sektor perikanan.
Koordinator Bidang Lomba Fishery, Teguh Iskandar, S.PKP., mengapresiasi peningkatan kualitas peserta pada penyelenggaraan tahun ini.
“LKS tahun 2026 ini menunjukkan lompatan kompetensi yang luar biasa dari para siswa. Metode induced breeding yang diangkat bukan sekadar teori, tetapi keterampilan krusial di industri akuakultur saat ini. Dari ujian tulis hingga praktikum, kelima peserta menunjukkan mentalitas juara dan penguasaan materi yang sangat baik,” ujarnya.
Menurut Teguh, suasana kompetisi tahun ini juga terasa istimewa karena didukung oleh para guru pendamping muda yang memiliki semangat besar dalam membina siswa agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Di balik ketatnya persaingan, terdapat fakta menarik yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan bidang Fishery tahun ini. Hampir seluruh guru pendamping peserta, salah satu panitia teknis, hingga salah seorang juri merupakan alumni Program Studi Akuakultur Universitas Bangka Belitung. Bahkan, dosen senior Prodi Akuakultur UBB dipercaya menjadi koordinator dewan juri.
Kondisi tersebut menjadi bukti nyata kontribusi lulusan UBB dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan sektor perikanan di Bangka Belitung.
Ajie Prayoga, S.Pi., yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni Akuakultur UBB, mengaku bangga melihat sinergi para alumni dalam menyukseskan kompetisi tersebut.
“Sebagai alumni Akuakultur UBB, saya merasa sangat terharu sekaligus bangga menyaksikan bagaimana ekosistem LKS Fishery tahun ini digerakkan oleh garis almamater yang sama. Ini adalah bukti nyata bahwa investasi pendidikan tinggi di Babel telah membuahkan hasil. Alumni UBB tidak hanya terserap di dunia kerja, tetapi kini mengambil peran strategis sebagai motor penggerak, mulai dari panitia, dewan juri, hingga guru-guru hebat yang melahirkan talenta unggul siswa SMK,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Dewan Juri, Dr. Eva Prasetiyono, menegaskan bahwa proses penilaian berlangsung sangat ketat karena kemampuan para peserta relatif merata.
“Menentukan pemenang tahun ini merupakan tugas yang tidak mudah. Selisih nilai antar peserta sangat tipis. Mereka menunjukkan kemampuan yang hampir setara dalam praktik penyuntikan hormon dan pemijahan buatan. Pada sesi presentasi maupun wawancara, para peserta juga mampu menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diujikan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa integrasi penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi kunci dalam menjaring peserta terbaik yang siap mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional.
Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, dewan juri menetapkan tiga peserta terbaik sebagai pemenang bidang Fishery LKS SMK Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026.
Juara pertama diraih oleh Manis dari SMK Negeri 4 Pangkalpinang. Posisi kedua ditempati Muhammad Naufal dari SMK Negeri 1 Tukak Sadai, sementara juara ketiga diraih Gian Pratama Ramadhan dari SMK Negeri 1 Selat Nasik.
Sebagai peraih juara pertama, Manis akan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada ajang LKS SMK Tingkat Nasional. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa-siswa vokasi lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan di bidang perikanan.
Keberhasilan penyelenggaraan LKS bidang Fishery tahun ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi perikanan di Bangka Belitung terus berkembang dan mampu mencetak sumber daya manusia muda yang terampil, inovatif, serta siap mendukung kemajuan sektor akuakultur Indonesia.











