Karang Intan, Metrozone.net –
Sebanyak 18 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dengan penuh semangat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri selama menjalani masa pembinaan. Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan mendampingi kegiatan tersebut sebagai tutor atau pengajar perpanjangan tangan dari PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, sehingga warga binaan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan akademik, dan mempersiapkan bekal positif sebelum kembali ke masyarakat, Selasa (14/07/2026).
Program Pendidikan Kesetaraan Paket B menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan tersebut, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan tidak hanya mendorong peningkatan pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar, rasa percaya diri, serta semangat untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan sebagai tutor atau pengajar perpanjangan tangan dari PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan.
Pada pelaksanaan pembelajaran kali ini, warga binaan menerima materi dari beberapa mata pelajaran, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dibimbing oleh Erpan Wijaya Kusuma, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang disampaikan oleh Muhammad Fajar, serta Bahasa Inggris yang diberikan oleh Taufik Hidayat.
Pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Erpan Wijaya Kusuma mengajak warga binaan memahami berbagai konsep ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, memperluas rasa ingin tahu, serta membantu warga binaan memahami hubungan antara ilmu pengetahuan dengan berbagai fenomena yang ada di sekitar.
“Pembelajaran IPA kami berikan agar warga binaan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat keterkaitan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, mereka dapat melatih kemampuan berpikir kritis, memahami proses ilmiah, dan menambah wawasan mengenai berbagai hal yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Erpan.
Sementara itu, Muhammad Fajar selaku tutor mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memberikan pembelajaran mengenai kehidupan sosial, lingkungan masyarakat, serta peran individu dalam kehidupan bersama. Materi tersebut menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman warga binaan mengenai hubungan sosial dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
“Melalui pembelajaran IPS, kami mengajak warga binaan memahami bagaimana kehidupan sosial berjalan, bagaimana manusia berinteraksi, serta pentingnya memiliki sikap bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali beradaptasi di lingkungan masyarakat,” ungkap Fajar.
Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Taufik Hidayat membimbing warga binaan untuk memahami kemampuan dasar berbahasa asing, mulai dari pengenalan kosakata, penyusunan kalimat sederhana, hingga latihan komunikasi dasar. Pembelajaran tersebut diberikan sebagai tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri warga binaan.
“Pembelajaran Bahasa Inggris kami fokuskan pada kemampuan dasar yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menambah pengetahuan, kemampuan memahami bahasa asing juga dapat menjadi nilai tambah dan membantu meningkatkan rasa percaya diri warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” jelas Taufik.
Salah satu warga binaan berinisial AP menyampaikan bahwa mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket B memberikan pengalaman positif dan menjadi motivasi untuk terus belajar selama menjalani masa pembinaan.
“Saya merasa senang bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pendidikan seperti ini. Belajar membuat kami tetap semangat untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Pendidikan menjadi salah satu hal yang memberikan motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” ujar AP.
Hal serupa disampaikan warga binaan berinisial KM yang merasakan manfaat dari pembelajaran yang diberikan. Menurutnya, setiap mata pelajaran memiliki manfaat dalam menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan diri.
“Melalui pelajaran IPA, kami belajar memahami ilmu pengetahuan dan lingkungan sekitar. Pada pelajaran IPS, kami mendapatkan pemahaman tentang kehidupan sosial dan masyarakat, sedangkan Bahasa Inggris membantu kami mengenal kemampuan komunikasi dasar. Semua pembelajaran ini memberikan ilmu baru yang bermanfaat dan membuat kami lebih semangat untuk terus belajar,” ungkap KM.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan memastikan seluruh proses pembelajaran berlangsung dengan baik serta tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus menghadirkan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas diri.
Pendidikan menjadi bagian penting dalam proses perubahan karena mampu memperluas wawasan, membangun kepercayaan diri, serta memberikan bekal positif bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (nta).






