Keterampilan Pangkas Rambut Jadi Aktivitas Produktif Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Berita38 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Ketelitian menggerakkan gunting dan kecermatan merapikan rambut menjadi bagian dari aktivitas kerja warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Melalui layanan pangkas rambut, warga binaan menjalankan kegiatan produktif yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, Kamis (15/10).

Dalam kegiatan tersebut, keterampilan pangkas rambut diterapkan melalui pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kerapian, dan konsistensi. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan keterampilan di bidang jasa yang berpotensi dikembangkan sebagai bekal kemandirian setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk mendorong warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami mendorong agar kegiatan kerja di lapas dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Keterampilan pangkas rambut merupakan salah satu bidang jasa yang dapat menjadi peluang untuk bekerja maupun membuka usaha secara mandiri ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa kegiatan pangkas rambut menjadi bagian dari aktivitas kerja produktif yang mengoptimalkan keterampilan warga binaan di bidang jasa.

“Melalui kegiatan ini, keterampilan pangkas rambut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan. Selain menghasilkan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, aktivitas ini juga mendorong warga binaan membangun etos kerja dan kesiapan untuk menjalankan kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan pangkas rambut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin yang menghubungkan keterampilan dengan peluang produktivitas. Kemampuan yang dimiliki warga binaan diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka kesempatan kerja dan membangun usaha secara mandiri.

Dari pekerjaan yang dilakukan dengan tekun, tersimpan peluang untuk menata masa depan. Pembinaan kemandirian tidak berhenti pada aktivitas di dalam lapas, tetapi diharapkan menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk melanjutkan kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *