Meulaboh (Metrozone.net) – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat untuk memastikan stabilitas ekonomi dan keamanan wilayah. Jajaran pimpinan daerah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) khusus di Ruang Rapat Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat, Selasa (12/5/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, dengan agenda utama membahas langkah preventif menghadapi lonjakan harga pangan serta pembahasan sejumlah isu aktual yang tengah berkembang di tengah masyarakat.
Bupati Tarmizi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat telah menyiapkan skema matang untuk menjaga daya beli masyarakat. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan laju inflasi yang kerap bergejolak menjelang hari raya besar keagamaan.
“Kita berusaha mencegah agar inflasi di Aceh Barat tidak melonjak tajam. Strategi kita meliputi operasi pasar secara berkala dan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional maupun modern,” ujar Tarmizi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengintervensi harga melalui subsidi bahan pokok tertentu, termasuk menanggung biaya transportasi pengangkutan barang guna memastikan harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah ketersediaan minyak goreng. Berbeda dengan komoditas lain yang relatif stabil, pasokan minyak goreng saat ini mengalami pembatasan kuota masuk ke wilayah Aceh Barat.
Tarmizi menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemkab akan segera membangun komunikasi intensif dengan pihak distributor untuk mencari solusi agar pasokan kembali normal tanpa batasan.
“Stok pangan lainnya alhamdulillah aman. Hanya satu komoditi yang menjadi perhatian khusus, yaitu minyak goreng. Kami akan segera melakukan sidak ke distributor utama dan agen untuk memastikan kondisi riil di lapangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi para pedagang yang selama ini dinilai kooperatif dalam mengikuti imbauan pemerintah terkait penetapan harga. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan berlebihan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
Pemerintah tidak segan-segan mengambil langkah hukum atau sanksi administratif jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat luas.
“Kita akan cek lapangan secara rutin, bukan hanya sekali. Jika nanti ditemukan pelanggaran, kita akan ambil sikap tegas. Jangan sampai ada pihak yang merugikan masyarakat demi keuntungan pribadi di momen Idul Adha ini,” pungkas Tarmizi.
(Almanudar)







