Tambangan Jae, Mandailing Natal – Metrozone net
Hingga Minggu (20/09/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, ikan yang berada di kawasan Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, masih terus ditemukan mati. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu minggu dan mulai diketahui sejak Selasa (15/09/2026).
Sejak kejadian pertama ditemukan, jumlah ikan yang mati diperkirakan telah mencapai ratusan ekor. Kondisi ini membuat warga Desa Tambangan Jae resah dan khawatir, terlebih hingga saat ini penyebab pasti kematian ikan tersebut belum diketahui.
Warga berharap persoalan tersebut dapat segera diketahui penyebabnya sehingga langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk menghentikan kematian ikan di Lubuk Larangan Anak Yatim tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mandailing Natal, Alinafiah Nasution, sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi ikan yang mati. Pada Jumat (18/09/2026), pihak Dinas Perikanan juga mengambil sampel air serta sampel ikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Masyarakat kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tersebut. Warga berharap hasilnya dapat segera diketahui agar langkah penanganan atau pengobatan yang diperlukan dapat dilakukan secepatnya.
Lubuk Larangan Anak Yatim selama ini tidak hanya menjadi tempat pemeliharaan ikan, tetapi juga secara tidak langsung telah menjadi salah satu destinasi wisata yang ekonomis bagi masyarakat.
Selain itu, keberadaan lubuk larangan tersebut memiliki nilai sosial bagi warga Desa Tambangan Jae.
Hasil kotak infak yang dikumpulkan dari masyarakat luas, khususnya menjelang Hari Raya, selama ini disalurkan untuk membantu anak-anak yatim yang ada di Desa Tambangan Jae.
Karena itu, masyarakat berharap kondisi tersebut segera mendapatkan penanganan, sehingga kelestarian ikan di Lubuk Larangan Anak Yatim dapat terjaga dan manfaat sosial maupun ekonominya tetap dirasakan masyarakat.
Jurnalis: Arbain Lubis





