METROZONE.NET-
Istilah “efisiensi anggaran” belakangan sering digaungkan. Namun, warga Kota Metro mengingatkan: efisiensi tidak boleh disalahartikan sebagai alasan untuk menahan atau tidak mengeluarkan anggaran yang sudah tersedia, padahal kebutuhan dasar masyarakat mendesak.
Fakta di lapangan berbicara. Lampu penerangan jalan masih padam di banyak titik. Jalan berlubang masih membahayakan emak-emak, anak sekolah, dan para pekerja. Sementara itu, anggaran untuk perbaikan infrastruktur dan pelayanan dasar semestinya sudah tersedia di APBD.
“Kami paham negara harus efisien. Tapi efisiensi yang benar itu memotong pemborosan, bukan memotong hak warga atas rasa aman dan jalan yang layak,” tegas IWAN SETIAWAN.S.E. M.M, Dansatgas Pendekar Banten Kota Metro, perwakilan masyarakat.
Sikap Tegas, Iwan Setiawan S.E M.M (Dansatgas Pendekar Banten)
1. *Efisiensi Penundaan* Anggaran yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan dasar harus segera direalisasikan. Menahan anggaran di tengah lampu mati dan jalan rusak bukanlah efisiensi, tapi kelalaian.
2. *Prioritaskan Rakyat*: Dalam kondisi mendesak, anggaran harus berpihak. Prioritas utama adalah keselamatan dan kenyamanan warga, bukan birokrasi yang bertele-tele.
3. *Transparansi*: Buka data. Tunjukkan ke publik, anggaran untuk lampu jalan dan perbaikan jalan sudah sampai di mana. Biar tidak ada prasangka.
Kontrol sosial yang konstitusional. Kami mendesak Pemerintah Kota Metro untuk segera merealisasikan anggaran yang ada, agar kata “efisiensi” tidak menjadi tameng dari ketidakhadiran negara di tengah warga.
*#AnggaranUntukRakyat #EfisiensiYangBenar #KotaMetro #AspirasiWarga*(Red)










