BANGKA — Menjelang tiga hari (H-3) pelaksanaan Seminar Publik terkait usulan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional tahun 2027 serta penetapan pahlawan daerah dan cagar budaya di Kabupaten Bangka, panitia pelaksana terus mematangkan berbagai persiapan di lapangan.
Berdasarkan pantauan media ini pada Selasa (13/10/2026), terlihat jajaran panitia dari DPC Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka tengah membersihkan dan merapikan lokasi acara yang bertempat di Eks Rumah Kediaman Tony Wen, Simpang 4 Lampu Merah Parit Padang, Sungailiat (depan Black Jack Café).
Kegiatan seminar publik tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.
Sekretaris SMSI Kabupaten Bangka, Hotama Rasyid, menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mendorong penokohan Tony Wen serta penguatan nilai-nilai sejarah di Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya.
“Kegiatan ini rencananya dihadiri oleh Gubernur Bangka Belitung dan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten,” ujar Hotama Rasyid saat diwawancarai media, Selasa (13/10/2026).
Adapun narasumber yang akan mengisi seminar publik tersebut antara lain:
• Dato’ Akhmad Elvian (Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung)
• Darlan (Kepala Dinas Sosial dan PMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
• Eko Kurniawan (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
• Hermanto Phoeng (Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia / PSMTI Bangka Belitung)
Acara ini akan dipandu oleh penulis kawakan Bangka Belitung, Ahmadi Sofyan, selaku moderator.
Hotama menambahkan, seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan jiwa nasionalisme di kalangan generasi muda Bangka Belitung, sekaligus menggalang dukungan publik secara luas.
“Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memperjuangkan apa yang telah kita usulkan. Diperkirakan sekitar 1.000 peserta akan hadir, terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ormas, OKP, organisasi keagamaan, pelajar, hingga mahasiswa,” jelasnya.
Ia menegaskan, momentum ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Kabupaten Bangka untuk menggaungkan rekam jejak perjuangan Tony Wen.
“Semoga apa yang kami laksanakan ini memberi manfaat nyata bagi perjuangan Kabupaten Bangka agar memiliki museum sejarah sendiri serta pahlawan daerah yang diakui secara resmi,” pungkas Hotama. (TIM SMSI BANGKA)






