Capaian Masih Jauh dari Target, Dinkes Aceh Barat Gelar Rakor Percepatan Cek Kesehatan Gratis

Daerah40 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sekaligus merumuskan strategi percepatan pencapaian target CKG di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

​Rakor yang diselenggarakan selama dua hari, yakni pada tanggal 26 hingga 27 Oktober 2026, bertempat di Parkside Meuligoe Hotel, Meulaboh. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, Dr. Kurdi, Senin (26/10/2026).
​
​Dalam sambutannya, Kurdi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama dalam mengoptimalkan peran FKTP seperti puskesmas dan jaringannya, untuk mendekatkan layanan promotif dan preventif kepada masyarakat.

​”Pencegahan dan pengendalian penyakit tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi memerlukan komitmen bersama seluruh stakeholder dan peran aktif mulai dari tingkat kecamatan hingga gampong,” ujar Kurdi.

​Ia juga menyoroti pentingnya menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah deteksi dini guna menekan laju prevalensi penyakit menular maupun tidak menular di Aceh Barat.

Melalui rakor ini, Sekda berharap seluruh FKTP dapat meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan secara merata dan tepat sasaran sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep,.MKM, saat diwawancarai seusai acara menjelaskan bahwa rakor ini melibatkan lintas sektor secara luas, termasuk Inspektorat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), para camat, hingga seluruh penanggung jawab faskes.

​Evi memaparkan bahwa capaian skrining CKG di Aceh Barat saat ini masih tergolong rendah dan membutuhkan kerja keras untuk mengejar target hingga akhir tahun 2026.

​”Dari target akhir tahun 2026 sebanyak 98.000 lebih masyarakat yang harus discreening lewat Cek Kesehatan Gratis ini, kenyataannya saat ini kita baru mencapai sekitar 24.000 jiwa. Artinya, masih ada sekitar 70.000 sekian lagi yang harus kita kejar dalam waktu sisa menjelang berakhirnya tahun 2026,” ujar Evi Darni.

​Ia juga mengungkapkan adanya evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya, di mana ditemukan ketidaksesuaian prosedur dalam pelaksanaan di lapangan. Banyak masyarakat mengira CKG hanya terbatas pada pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Padahal, terdapat hingga 100 item jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan sesuai indikasi medis. Selain itu, aspek penginputan data ke dalam aplikasi sistem pencatatan resmi (ASIK) juga menjadi perhatian agar capaian riil tercatat dengan baik.

Evi merincikan ​dari total 42 fasilitas kesehatan yang ada di Aceh Barat termasuk 12 puskesmas tercatat hanya 13 faskes yang aktif melayani secara optimal. Melalui rakor lintas sektor ini, kita menargetkan setiap faskes aktif dapat memeriksa minimal 100 orang per hari agar target sisa tahun ini dapat tercapai,” ujarnya

​Ia menekankan bahwa esensi utama dari program CKG adalah melakukan deteksi dini terhadap masyarakat yang berisiko atau sudah mengidap penyakit tanpa disadari, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih awal sebelum gejalanya parah. Langkah ini dinilai penting mengingat kapasitas ruang rawat inap di rumah sakit seringkali mengalami kepadatan.

​”Lewat CKG ini, harapannya pengobatannya lebih cepat, pasien tidak sampai jatuh sakit parah, dan pembiayaan kesehatan yang dikeluarkan juga tidak terlalu besar bagi masyarakat maupun daerah,” tambahnya.
​
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas di puskesmas. Warga diajak untuk tidak hanya datang saat jatuh sakit, melainkan aktif berkonsultasi mengenai kondisi tubuh demi menjaga kualitas kesehatan secara berkelanjutan,” pungkasnya

​Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *