Bupati Aceh Barat Targetkan Rekonstruksi Pasca-Bencana Rampung Sebelum Puncak Musim Hujan

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memacu percepatan penanganan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana hidrometeorologi. Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, menegaskan seluruh pekerjaan fisik yang berkaitan dengan pemulihan sungai targetnya harus rampung sebelum memasuki puncak musim hujan pada Oktober dan November mendatang.

​Penegasan tersebut disampaikan Bupati Tarmizi saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) monitoring pelaksanaan penanganan Pasca Bencana Hidrometeorologi bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Wilayah Aceh di ruang KIE/Posko Satgas PRR BPBD Aceh Barat, Jumat (7/8/2026). Rakor tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Satgas PRR Aceh, Dr. Drs. Imran, beserta jajaran dinas terkait.

​Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa Pemkab Aceh Barat terus mengawal ketat progres di lapangan guna mengantisipasi kendala teknis. Pihaknya juga tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai lambat dalam merealisasikan anggaran kebencanaan.

​”Memang ada kendala teknis, maka saya minta Sekda dan Asisten untuk terus mengawal siang malam. Jika ada permasalahan, saya turun tangan sendiri supaya cepat selesai. Sesuai arahan Menteri dan target kita, sebelum Desember semua pekerjaan harus tuntas,” tegas Tarmizi.

​Ia menambahkan, bagi dinas yang belum maksimal menyerap dana tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kebencanaan, Pemkab Aceh Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika progresnya tetap rendah hingga akhir Agustus, anggaran tersebut berpotensi ditarik atau dialihkan.

​Sementara itu, Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh, Dr. Drs. Imran, mengapresiasi langkah strategis Bupati Aceh Barat dalam mendorong percepatan pemulihan pasca bencana. Berdasarkan catatan Satgas, realisasi dana tambahan TKD kebencanaan Aceh Barat secara administratif sebelumnya tercatat sekitar 9 persen, namun capaian riil di lapangan kini telah melonjak hingga 23 persen.

​”Lompatannya luar biasa. Kami berharap ke depan penyampaian data perkembangan di lapangan terus diperbarui secara up to date, serta komunikasi dan koordinasi ditingkatkan untuk memecahkan kendala teknis,” ujar Imran.

​Imran juga mendukung kebijakan evaluasi terhadap dinas yang berserap anggaran rendah agar tidak menjadi beban alokasi TKD pada tahun anggaran berikutnya.

Selain itu, ia memberi apresiasi khusus atas pemulihan sektor pertanian, khususnya pembenahan lahan sawah masyarakat yang terdampak bencana tahun lalu. Menurutnya, pemulihan fisik pertanian di lapangan menunjukkan progres pesat meski dari sisi administrasi anggaran belum sepenuhnya bergerak.

(Almanudar)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *