Tambangan Jae, Mandailing Natal – Metrozone net
Jum’at, 18/09/2026 Warga Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, digegerkan dengan temuan puluhan ekor ikan yang mati secara mendadak di kawasan wisata Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae.
Kematian ikan tersebut diketahui warga dalam beberapa waktu terakhir. Hingga saat ini, penyebab pasti matinya ikan-ikan tersebut belum diketahui. Warga mendapati sejumlah ikan mengapung dan ditemukan mati di sekitar aliran sungai yang menjadi lokasi Lubuk Larangan Anak Yatim.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu lokasi yang memiliki potensi wisata sekaligus menjadi bagian dari lingkungan perairan yang dijaga dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Sampai berita ini diturunkan, ikan yang mati dilaporkan masih terus ditemukan. Warga berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan perhatian dari pihak terkait agar penyebab kematian ikan dapat diketahui secara pasti.
Masyarakat juga meminta agar instansi yang memiliki kewenangan, khususnya dinas terkait di Kabupaten Mandailing Natal, segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel air maupun ikan apabila diperlukan.
Pemeriksaan secara langsung dinilai penting untuk mengetahui apakah kematian ikan tersebut berkaitan dengan perubahan kualitas air, pencemaran, penyakit ikan, atau faktor lainnya.
Warga mengharapkan hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian tersebut.
Warga juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian ikan sebelum adanya hasil pemeriksaan dari pihak yang berkompeten.
Dengan adanya pemeriksaan dari instansi terkait, diharapkan kondisi perairan di kawasan Lubuk Larangan Anak Yatim dapat segera diketahui dan ditangani apabila ditemukan adanya permasalahan yang berpotensi mengganggu lingkungan maupun keberlangsungan ikan di kawasan tersebut.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah dan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab puluhan ikan yang mati mendadak tersebut.
Jurnalis: Arbain Lubis





