MESUJI – Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Mesuji menuai kritik pedas dari masyarakat setempat. Minimnya jumlah petugas pelayanan yang siaga di lokasi dinilai sangat menghambat dan tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi kesehatan (15/05/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, pemandangan kontras terlihat di ruang pelayanan. Hanya ada satu orang petugas resmi yang melayani antrean warga di meja depan. Kondisi ini menyebabkan penumpukan antrean dan waktu tunggu yang sangat lama.
Satpam Merangkap Jadi Petugas Pelayanan
Hal yang paling disoroti warga adalah keterlibatan tenaga pengamanan (Satpam) yang harus mengambil peran di luar tugas pokoknya.
Akibat keterbatasan personel, Satpam di kantor tersebut terlihat ikut merangkap melayani masyarakat di meja pelayanan guna membantu mengurai antrean yang membludak.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya saat sedang mengantre.
“Masak kantor sebesar ini pegawainya cuma satu? Kita antre dari pagi tapi progresnya lambat sekali. Bahkan Pak Satpam sampai ikut melayani di meja (pelayanan). Kasihan mereka, tapi kami sebagai warga juga merasa dirugikan karena waktu kami terbuang,” ungkapnya.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai akurasi dan profesionalisme pelayanan. Masyarakat berharap pihak manajemen BPJS Kesehatan segera menambah personel di kantor cabang Mesuji agar pelayanan kembali berjalan normal dan optimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pimpinan BPJS Kesehatan setempat terkait kendala kekurangan personel tersebut.



