Pringsewu, Metrozone.net, –
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 ruas Banyumas–Way Kunyir, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mendapat apresiasi dari warga karena dinilai memperlancar akses pertanian dan ekonomi wilayah utara Pringsewu. Namun di balik apresiasi itu, sejumlah warga RT 010 RW 005 Banyumas menyuarakan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan rehabilitasi drainase dan fasilitas umum lain yang diduga belum sesuai standar.
Proyek preservasi dan rekonstruksi sepanjang 13,23 km ini dilaksanakan BPJN Lampung dengan dana APBN. Per April 2026, progres pengaspalan hotmix tahap AC-WC telah mencapai 70%. Ruas ini merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus, sekaligus akses vital bagi sektor pertanian dan perkebunan warga.
“Kami warga senang jalan diperbaiki, akses ke kebun dan pasar jadi lebih lancar. Ini memang yang kami tunggu-tunggu sejak lama,” ujar salah seorang warga Banyumas.
Drainase Tertutup Tanah, Warga Khawatir Banjir
Apresiasi warga dibarengi keluhan terkait kondisi drainase. Warga RT 010 RW 005 menyebut saluran air yang baru direhabilitasi banyak yang tertutup tanah sisa pekerjaan. Akibatnya, aliran air tidak lancar dan berpotensi menimbulkan genangan di pemukiman.
“Salurannya malah ketutup tanah, air nggak bisa jalan. Bangunannya juga belum banyak yang dirapikan. Kalau dibiarkan, air hujan nanti nggak punya jalan keluar,” keluh warga setempat.
Kekhawatiran semakin besar menjelang musim penghujan. Warga khawatir jika saluran yang tertutup tanah tersumbat total, air akan meluap ke jalan dan pemukiman. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berisiko merusak badan jalan baru yang baru saja dikerjakan.
Fasilitas Umum Rusak Diduga Akibat Pengerasan Bahu Jalan
Selain drainase tertutup tanah, warga juga menyoroti kerusakan pada fasilitas umum lain di sepanjang ruas jalan. Warga menduga kerusakan terjadi akibat pengerasan tanah di bahu jalan atau yang biasa disebut _berem_.
Material pengerasan yang tidak sesuai dan pekerjaan yang kurang rapi dinilai membuat beberapa titik drainase retak, ambles, dan tidak berfungsi maksimal.
“Selain saluran ketutup tanah, ada juga bagian drainase yang retak dan ambles. Diduga karena pengerasan bahu jalan dikerjakan asal, jadi fasilitas umum jadi ikut rusak,” ujar warga RT 010 RW 005 Banyumas.
Kondisi ini menambah kekhawatiran warga. Jika fasilitas drainase dan bahu jalan tidak segera diperbaiki, air hujan berpotensi meluap dan memperparah kerusakan badan jalan baru yang menelan anggaran APBN.
Minta Evaluasi Sebelum Musim Hujan Tiba
Warga berharap BPJN Lampung dan kontraktor pelaksana segera melakukan inspeksi lapangan, membersihkan saluran, merapikan bangunan drainase, dan memperbaiki fasilitas umum yang rusak sesuai spesifikasi teknis. Langkah cepat dinilai penting agar fungsi infrastruktur berjalan optimal sebelum curah hujan meningkat.
“Jangan sampai jalan yang sudah bagus rusak lagi karena drainase dan bahu jalan tidak berfungsi. Kami minta pekerjaan ini dievaluasi dan diperbaiki segera,” tegas warga.
Program IJD untuk Konektivitas dan Ekonomi
Pembangunan ruas Banyumas–Way Kunyir merupakan bagian dari program IJD Tahap II 2025–2026. Pemerintah Kabupaten Pringsewu sebelumnya menyatakan proyek ini bertujuan mendorong konektivitas antarwilayah dan pertumbuhan ekonomi pedesaan di wilayah utara.
Pekerjaan pengaspalan dilakukan dengan standar tiga tahap pemadatan ketat pada suhu 100–150°C untuk memastikan kualitas jalan sesuai spesifikasi. Namun warga menekankan bahwa kualitas seluruh pekerjaan, termasuk drainase dan pengerasan bahu jalan, harus mendapat perhatian yang sama agar manfaat proyek dirasakan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BPJN Lampung maupun kontraktor pelaksana terkait keluhan warga Banyumas. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.
(Tim)







