Ustaz Syaifullah Berikan Tausiah Kunci Kebahagiaan kepada Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Berita33 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Menanamkan keteguhan hati, membiasakan perilaku baik, dan menjaga hubungan dengan sesama menjadi pesan utama dalam kegiatan Jumat Taqwa bagi warga binaan Muslim di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Jumat (16/10). Tausiah yang disampaikan Ustaz H. Ahmad Syaifullah, S.Th.I dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin mengajak warga binaan memahami makna kebahagiaan yang tidak semata-mata bergantung pada harta maupun keadaan hidup.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Simtudduror dan lantunan syair-syair pujian oleh warga binaan yang tergabung dalam grup Maulid Habsyi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang mengajak warga binaan memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas diri.

Dalam ceramah mengenai kunci bahagia, Ustaz Syaifullah mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kehilangan harta maupun menghadapi masalah besar bukan alasan untuk terus larut dalam kesedihan. Setiap orang perlu membangun keteguhan hati agar mampu menghadapi ujian kehidupan dengan sabar dan tetap berprasangka baik kepada Allah Swt.

Ia juga menekankan pentingnya menjalani hidup sederhana meskipun memiliki harta berlimpah. Kebahagiaan tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya materi, tetapi juga oleh sikap hidup, ketulusan berbuat baik, serta kemampuan menjaga hati dalam berbagai keadaan.

Warga binaan turut diajak untuk tetap berbuat baik kepada sesama, bahkan ketika sedang menghadapi kesulitan pribadi. Pesan untuk tetap tersenyum meskipun hati sedang bersedih menjadi pengingat agar seseorang tidak kehilangan kebaikan dalam dirinya hanya karena sedang diuji.

Selain itu, Ustaz Syaifullah mengingatkan pentingnya terus mendoakan orang-orang beriman. Doa menjadi salah satu bentuk kepedulian dan ikatan persaudaraan yang perlu dipelihara, sekaligus mengingatkan bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan diri sendiri.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual warga binaan.

“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual warga binaan. Kami berharap pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan Jumat Taqwa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan dengan sabar, tetap berbuat baik, dan tidak kehilangan harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Akhmad Herriansyah.

Melalui kegiatan Jumat Taqwa, Lapas Banjarmasin terus mendorong penguatan keimanan dan pembentukan karakter warga binaan. Rangkaian pembacaan Simtudduror, syair pujian, dan tausiah diharapkan menjadi pengingat untuk senantiasa bersyukur, bersabar, hidup sederhana, serta menjaga kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *