Meulaboh (Metrozone.net) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat terus berkomitmen mendorong tumbuhnya kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini. Langkah nyata ini kembali ditunjukkan melalui program Sapa Sambut Aceh Barat Pesona Asri (SAPA) yang menyasar generasi muda di wilayah tersebut.
Kali ini, giliran para siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 10 Meulaboh yang mendapatkan edukasi mendalam mengenai pengolahan sampah pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan masif untuk menciptakan lingkungan Aceh Barat yang bersih, hijau, dan asri.
Sebagai informasi, program SAPA ini merupakan implementasi langsung dari program nasional Dharma Wanita Persatuan Pusat bertajuk “DWP Mengajar”. Program ini difokuskan untuk memberikan edukasi dan pemahaman lingkungan kepada para pelajar di berbagai tingkatan sekolah di Aceh Barat.
Plt Ketua DWP Aceh Barat, Ny. Cut Zulfahnur Syafitri Kurdi, mengatakan bahwa para siswa diberikan edukasi mengenai pengolahan sampah dari hulu. Hal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam membangun fondasi kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.
“Alhamdulillah, hari ini Dharma Wanita Persatuan Aceh Barat hadir di SD Negeri 10 Meulaboh di Desa Rundeng Kecamatan Johan Pahlawan untuk melaksanakan kegiatan Sapa Sambut Aceh Barat Pesona Asri,” ujar Cut Zulfahnur
Ia menjelaskan, program SAPA ini sangat sejalan dengan visi Bupati Aceh Barat selaku penasihat DWP Aceh Barat, yang bercita-cita mewujudkan daerah yang bersih, hijau, dan asri.
Aksi peduli lingkungan ini tidak hanya dihalaman sekolah di SDN 10 Meulaboh. Sebelum kegiatan edukasi bersama para siswa berlangsung, DWP Aceh Barat bersama dengan sejumlah perangkat daerah terkait terlebih dahulu turun ke lapangan untuk melaksanakan aksi gotong royong bersama di kawasan Ujung Baroh, Rundeng.
Melalui sinergi program SAPA dan aksi nyata di lapangan, DWP Aceh Barat berharap kesadaran masyarakat khususnya generasi muda selaku agen perubahan terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan dapat terus meningkat secara signifikan.
Langkah ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi terciptanya lingkungan Kabupaten Aceh Barat yang nyaman, bersih, dan sehat untuk masa depan dan menanamkan kesadaran masyarakat peduli lingkungan (*)
(Almanudar)









