TOL Palembang Indralaya Di Kepung Api, Lahan Terbakar Di Kab Ogan Ilir Capai 131 Hektar

Blog93 Dilihat

Ogan Ilir,Metrozone.net — Kebakaran lahan yang melanda wilayah Ogan Ilir dalam beberapa hari terakhir mulai membuat resah masyarakat.

Objek vital seperti pemukiman warga dan jalan tol diserang kabut asap yang mengganggu kesehatan.

Bahkan pada Kamis (17/8/2023) malam, kebakaran seluas 9 hektar seakan memagari Tol Palindra karena begitu luasnya lahan terbakar.

Dengan banyaknya lahan terbakar di Ogan Ilir, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran.

Namun muncul dugaan bahwa kebakaran yang begitu besar hingga menghanguskan puluhan hingga ratusan hektar lahan, diakibatkan puntung rokok.

Hal ini dikemukakan Kapolres Ogan Ilir AKBP H. Andi Baso Rahman usai menghadiri rapat penanggulangan karhutla bersama unsur Forkopimda, pada Jumat (18/8/2023) lalu.

“Ada pemancing yang mencari ikan. Di situ ada tempat yang tadinya embung kemudian mengering. Pemancing di situ membawa rokok,” kata Andi didampingi Kabag Ops Polres Ogan Ilir Kompol Kusyanto.

Andi mengatakan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

“Apakah ada faktor kesengajaan dengan cara membakar lahan? Ini masih lidik. Sengaja maupun tidak sengaja, maka masuk dalam (pelanggaran seperti diatur pada) Undang Undang Lingkungan Hidup. Mesti harus kita proses,” jelas Andi.

Berdasarkan data dari BPBD Ogan Ilir, hingga Agustus 2023, luas lahan terbakar di Ogan Ilir mencapai 131 hektar.

“Kalau lahan terbakar di seputaran Tol Palindra kemarin, itu luasnya sekitar 9 hektar,” jelas Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat dihubungi terpisah.

Dengan luas lahan terbakar mencapai ratusan hektar, hingga saat ini belum ada pelaku pembakaran di Ogan Ilir yang tertangkap, apalagi diproses.

Penyebab kebakaran diduga akibat puntung rokok juga disampaikan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo.

“Saya tanya kepada Pak Kades, ini (penyebab kebakaran) mungkin disebabkan dari masyarakat yang mencari ikan atau berkebun. Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Sumatera Selatan, bilamana mencari ikan, hati-hati membuang (puntung) rokok,” pesan Rachmad saat mengunjungi Indralaya Utara, Jumat (18/8/2023) lalu.

Selain ulah manusia, fenomen El Nino dinilai turut berkontribusi terhadap kebakaran lahan.

El Nino merupakan pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur sehingga berpengaruh pada menurunnya curah hujan di sekitarnya, termasuk Indonesia.

Fenomena El Nino diprediksi berlangsung hingga September atau Oktober mendatang.

Karena ketidakmampuan manusia melawan fenomena alam, Rachmad kembali meminta masyarakat untuk tidak memicu api, terutama di lahan kering.

“Kuncinya cuma satu, masyarakat harus sadar jangan membuat api,” tandasnya.

Jurnalis :

(Endang Rajo Alam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *