Meulaboh (Metrozone.net) – Optimalisasi pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menjadi fokus perhatian utama di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat.
Komitmen ini dipertegas dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Aceh Barat yang menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dr. H. Faisal Ali Hasyem, S.E., M.Si., CA., CESP.
Kegiatan pembinaan ini berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat pada Rabu, 20 Mei 2026 dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU), pengawas, kepala madrasah, serta unsur terkait lainnya di lingkungan Kemenag setempat.
Dalam arahannya, Dr. H. Faisal Ali Hasyem menyampaikan bahwa ASN Kementerian Agama patut berbangga karena memiliki ciri khas tersendiri dan mendapat kedudukan yang dihormati di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar marwah lembaga harus terus dijaga dengan menjauhi praktik asusila yang dapat mencoreng wajah instansi di muka publik.
”Optimalisasi pelayanan prima perlu terus dibenahi secara maksimal. Kita harus mempermudah akses pelayanan agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Berbuat baik dalam hidup bukanlah satu amalan tanpa berbayar di sisi Allah, dan banyak kesempatan pahala yang bisa kita petik dari tugas-tugas keseharian yang diembankan selama ini,” ujar Faisal.
Staf Ahli Menag juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk implementasi kenaikan pangkat otomatis dan transparansi promosi jabatan. Faisal mengakui, proses pengisian jabatan tertentu saat ini masih terkesan sukar dan berbelit-belit, sehingga memerlukan perubahan manajemen yang signifikan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan “kajian khusus” demi memberikan sistem terbaik ke depan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan sistem balancefull (pemetaan) berdasarkan analisis “Kotak” dari grade satu sampai sembilan. Ikhtiar bersama ini dirancang untuk mewujudkan visi dan misi kementerian secara lebih terukur.
Terkait aspek profesionalisme, Faisal menekankan bahwa ASN hari ini dituntut untuk terus melahirkan inovasi dan kreativitas yang berdampak nyata.
”Apabila ada pejabat atau ASN yang dipercayakan amanah namun belum melahirkan satu pun inovasi, maka perlu dipertanyakan kompetensinya. Dengan berinovasi, insyaAllah anak-anak didik kita di madrasah juga akan lebih siap menghadapi tantangan global,” tegasnya.
Dalam hal inovasi, Faisal secara khusus memberikan apresiasi kepada Kemenag Aceh Tengah yang dinilai sukses dan perlu ditiru terkait program inovasi wakaf.
Selain masalah birokrasi, catatan penting lain yang disampaikan adalah mengenai implementasi ekoteologi di lingkungan kantor dan madrasah. Menurutnya, kebersihan dan keindahan lingkungan harus menjadi atensi bersama, salah satunya dengan memperbanyak tanaman bunga dan pohon kayu agar menciptakan suasana kerja dan belajar yang asri.
Di akhir paparannya, Dr. H. Faisal Ali Hasyem menitipkan pesan khusus kepada Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat yang baru agar membawa daerah ini menjadi lebih baik lagi di berbagai bidang di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Barat, H. Khairul Azhar, MA, dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kesediaan Staf Ahli Menag RI untuk memberikan pembinaan langsung di Aceh Barat. Ia mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan peningkatan etos kerja sebagai ikhtiar bersama dalam menjalankan tugas dan fungsi (tusi) masing-masing.
Pihaknya berharap bimbingan dan arahan strategis yang telah dipaparkan dapat langsung diimplementasikan oleh seluruh kepala seksi, kepala madrasah, hingga kepala Kantor Urusan Agama (KUA) demi mewujudkan kemajuan Kemenag Aceh Barat yang bersih, inovatif, dan melayani.
(Almanudar)









