Sekolah Muhammadiyah Meulaboh Terapkan Budaya “Salam Pagi” untuk Bentuk Karakter Siswa

MEULABOH (Metrozone.net) – Kompleks Sekolah Muhammadiyah Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat yang menaungi jenjang TK, SMPS, dan SMAS, mewajibkan pelaksanaan kegiatan “Salam Pagi” setiap hari sekolah. Agenda ini digelar sebagai bentuk pembiasaan dan keteladanan positif dalam menyambut kedatangan para siswa di gerbang sekolah.

​Melalui penerapan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) serta bagian dari pengembangan literasi, kegiatan ini menjadi komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan hangat. Langkah ini dirancang untuk menumbuhkan semangat serta kedisiplinan peserta didik sejak pertama kali melangkahkan kaki di area sekolah.

​Selain sebagai sarana pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan siswa, program ini merupakan bentuk layanan unggulan (excellent service) kepada para orang tua murid. Dengan adanya penyambutan hangat setiap pagi, orang tua dapat merasa tenang dan percaya penuh saat melepas anak-anak mereka untuk menuntut ilmu.

​Plt. Kepala SMPS Muhammadiyah Meulaboh, Dra. Ratna Juita, menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang terjadwal bagi para guru dan kepala sekolah.

​“Kami setiap pagi menunggu kedatangan siswa di pintu gerbang sekolah mulai pukul 07.00 sampai 07.30 WIB. Siswa yang datang baik yang diantarkan orang tua maupun berangkat sendiri langsung menghampiri guru untuk mengucapkan salam dan berjabat tangan tepat di pintu gerbang,” ujar Ratna, Kamis (17/9/2026).

​Ratna menjelaskan para guru tidak sekadar berdiri menyambut, tetapi juga aktif membangun interaksi positif dengan para siswa secara bagian edukasi dan kedisiplinan dimana guru memberikan kata-kata motivasi sekaligus teguran yang mendidik bagi siswa yang atribut pakaiannya belum lengkap. Hal ini dilakukan untuk melatih siswa berkomunikasi secara terbuka serta menjalin keakraban dengan tenaga pendidik.

Selain itu, kata Ratna, budaya bersalaman ini juga merujuk pada ajaran Islam tentang keutamaan berjabat tangan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
​“Jika dua orang bertemu kemudian saling berjabat tangan dan memuji Allah serta meminta ampunan kepada-Nya, maka keduanya akan diberi ampunan.” (HR. Abu Daud No. 4535).

​Sapaan ramah dan senyuman dari para guru di pagi hari terbukti mampu menghadirkan suasana kekeluargaan yang erat, sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif di lingkungan sekolah.

​Melalui tradisi ini, Sekolah Muhammadiyah Meulaboh berharap para siswa dapat menumbuhkan rasa hormat yang tinggi terhadap sesama khususnya kepada orang yang lebih tua serta terbiasa menerapkan budaya senyum, salam, sapa, dan berjabat tangan dalam kehidupan sehari-hari (*)

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *