Riki Dan Tri Quari Dosen Sosiologi FISIP UTU Berdayakan Komunitas Petani Lahan Kritis di Pucok Lung Aceh Barat

Daerah27 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Tim dosen bersama mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) menunjukkan komitmen nyatanya dalam menyokong ketahanan pangan daerah.

Melalui program pemberdayaan komunitas petani padi di lahan kritis, akademisi FISIP UTU berhasil mendampingi petani Gampong Pucok Lung, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, hingga berhasil meraih panen varietas Ipago 13 saat pengambilan sampel ubinan panen dilakukan menurut Ibu Masni jika padi yang dipanen ditanam dengan luas 1 hektare maka akan menghasilkan pad sebesar 4 ton, Rabu (7/10/2026).

Program pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan ini dipimpin oleh dosen pembimbing Riki Yulianda, M.Si. dan Tri Quari Handayani, M.Sos., serta diperkuat oleh empat mahasiswa Sosiologi UTU: Mohd. Fauzi, Rizki Fauzan Simatupang, Cut Eka Mutia, dan Vidya Murni. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.

Pendekatan pemberdayaan yang digagas para dosen Sosiologi FISIP UTU ini berfokus pada penerapan model Sosio-Techno Smart Farming. Pendekatan inovatif ini menggabungkan penguatan kelembagaan sosial komunitas petani dengan pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna untuk mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tergolong kurang produktif atau kritis.

Puncak kegiatan pemberdayaan ditandai dengan aksi panen bersama pada Rabu sore tepat pukul 15.00 WIB. Acara penuh kehangatan ini turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Laboratorium Socius FISIP UTU, Sopar Sinambela, M.Si. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas petani sebelum prosesi panen dimulai, komunitas petani setempat mendapatkan bimbingan teknis serta penyuluhan intensif mengenai budidaya padi tanah darat.

Penyuluhan ini disampaikan langsung oleh tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yakni Bapak Azhar, S.P., didampingi Ibu Masni, Ibu Nurlatifah, dan Ibu Cut Putri Ade.

Melalui program pemberdayaan ini, tim Dosen Sosiologi FISIP UTU berharap kemitraan antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan komunitas petani lokal terus terjalin erat, sehingga lahan-lahan kritis lainnya di Aceh Barat dapat ditransformasi menjadi kawasan pertanian darat yang mandiri dan produktif (*)

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *