Resmi! Korlantas Polri Gunakan Teknologi Freestyle Scanner untuk Olah TKP Kecelakaan

Jakarta, Metrozone.net-Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menggelar pelatihan penggunaan perangkat Camera Freestyle Scanner dan Traffic Accident Analysis (TAA) T.A 2026 di Fave Hotel Cililitan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari (20–22 Mei 2026) ini bertujuan memperkuat kemampuan personel lalu lintas dalam menangani kecelakaan secara ilmiah (scientific crime investigation).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Mariochristy P.S Siregar.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Mariochristy P.S Siregar mengatakan bahwa pengadaan perangkat baru tersebut dilakukan berdasarkan karakteristik wilayah dan tingkat kecelakaan di masing-masing daerah.

Salah satu alat yang diberikan yakni drone terbaru yang telah diupgrade serta freestyle camera scanner untuk kebutuhan dokumentasi tiga dimensi di lokasi kejadian perkara (TKP).

“Ini merupakan bentuk perhatian dari pimpinan Polri (Kapolri) dan Bapak Kakorlantas kepada seluruh jajaran polantas. Apabila ada kecelakaan, wajib turun ke TKP dan melakukan olah TKP secara maksimal,” ujar Kombes Pol. Mario.

Selain pelatihan pengoperasian alat, peserta juga dibekali pemahaman mengenai teknik pengambilan gambar, pengolahan data, hingga proses scanning (pemindaian) untuk menghasilkan data digital yang tepat.

Peserta juga diminta menjaga dan merawat alat yang telah diberikan, terutama perangkat baterai drone dan scanner agar tetap dalam kondisi optimal saat digunakan di lapangan.

“Ilmu ini kalau tidak dipraktikkan dan di-refresh lama-lama hilang. Jangan sok tahu menggunakan alat teknologi, nanti salah,” tegas dia.

Korlantas Polri juga memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap penggunaan alat di wilayah. Termasuk dalam penanganan kecelakaan besar atau menonjol, tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas dipastikan tetap turun langsung ke lokasi untuk mendukung proses investigasi.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyidikan kecelakaan lalu lintas, mempercepat penanganan TKP, memperkuat validasi data kecelakaan, serta mendukung pengembangan data IRSMS sebagai strategic intelligence keselamatan lalu lintas nasional.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed