Rapa ie Debus, Tari Seudati & Bloeh Apui Aceh Barat tampil Memukau di ajang PKA ke-8

Berita147 Dilihat

Banda Aceh (Metrozone.net) –  Semarak Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Kota Banda Aceh pada malam ke 5 (lima) semakin meriah dengan kehadiran pementasan eksibisi kesenian dari Kabupaten Aceh Barat. Rabu (8/11/2023).

Taman Ratu Safiatuddin dan Taman Budaya Kota Banda Aceh menjadi saksi kepiawaian para seniman yang berhasil menghidupkan tradisi dan kebudayaan Aceh Barat.

Di panggung utama Taman Ratu Safiatuddin, penonton disuguhkan dengan keahlian luar biasa dalam pementasan Rapa ie Debus dan Tari Seudati yang dipentaskan.

Syekh Ismail yang memimpin tari Seudati Aceh Barat adalah sosok seniman yang dihormati dalam komunitas seni daerah. Gerakan yang energik dan terkoordinasi dengan apik berhasil membius penonton, memperlihatkan kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya.

“Kami bangga dapat mempersembahkan Tari Seudati di panggung besar PKA ke-8. Melalui pementasan ini, kami berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai budaya leluhur yang terkandung di dalamnya,” ujar Syekh Ismail dengan penuh semangat.

“Kami berharap generasi muda dapat mewarisi dan memperjuangkan kekayaan budaya ini sebagai bagian dari identitas bangsa”.

Sementara itu, di Taman Budaya Kota Banda Aceh, Sanggar Seni Budaya Laksamana Leukeun memukau penonton dengan atraksi Bloeh Apui, sebuah tarian yang menggambarkan keindahan alam dan kebudayaan yang menyatu.

Melalui gerakan-gerakan yang elegan dan mengalir, para penari berhasil menghadirkan pesan tentang keharmonisan manusia dengan alam, sebuah nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh Barat.

“Dengan atraksi ini, kami ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam sekitar sebagai bagian integral dari kebudayaan kita,” ungkap Mukhsin peserta Sanggar Seni Budaya Laksamana Leukeun.

“Kami berharap melalui kesenian ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pelestarian alam untuk generasi mendatang.”

Kedatangan penonton dari berbagai daerah di Aceh dan sekitarnya, termasuk tamu undangan dari kalangan pejabat dan tokoh masyarakat, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendukung pelestarian budaya dan kekayaan daerah. Acara ini tidak hanya menjadi sarana hiburan semata, tetapi juga sebagai ajang edukasi yang mampu meningkatkan rasa cinta akan kekayaan budaya Indonesia.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *